Pembangunan Ibu Kota Baru Perlu Perhatikan Infrastruktur Kota Satelit

Senin, 01 Maret 2021 - 03:36 WIB
“Ini bukan saja terhadap sistem tata air tetapi juga sistem lainnya. Ini sebabnya harus selalu ada analisa dampak lingkungan yang akan terjadi apabila direncanakan akan ada suatu aktifitas baru di suatu wilayah yang berskala besar,” ungkap Peneliti Geoteknologi LIPI ini. Sebagai salah satu kota penyangga, Barabai sebuah kota sekaligus pusat pemerintahan. Lokasinya yang terletak di kaki pegunungan Meratus dan bagian dari Daerah Aliran Sungai Barito menjadikan wilayah ini memiliki potensi banjir.

Sementara Peneliti dari Pusat Penelitian Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Iwan Ridwansyah mengatakan, masyarakat perlu menambah kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi. Bencana ini dapat berupa banjir dan tanah longsor. “Selama musim hujan ini belum berakhir potensi terjadi bencana hidrometeorologi masih ada, terutama kondisi tanah sekarang sudah jenuh akibat terisi hujan sebelumnya,” jelas Iwan.

(Baca Juga : Data Sepekan Bursa Saham RI, Nilai Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp7.355 Triliun )

Dampak yang diberikan oleh bencana di masa yang akan datang dapat diatasi dengan berbagai upaya, salah satunya yaitu perencanaan tata ruang kabupaten atau kota yang berpotensi tinggi terkena bencana harus dikelola ulang sesuai dengan analisis ilmiah berbasis kebencanaan. “Perlu adanya strategi tempat parkir air, berdasarkan evaluasi yang telah terjadi disana,” katanya.
(ton)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!