Pencabutan Izin Investasi Miras jadi Kabar Gembira Buat Perekonomian
Selasa, 02 Maret 2021 - 19:22 WIB
“Saya menyambut baik sejujurnya hal ini, karena secara ekonomi ini sesuatu yang menggembirakan. WHO pernah melaporkan bahwasanya setiap tahun itu penggunaan minuman beralkohol memperkirakan terbunuhnya 2,5 juta orang secara global. Kemudian juga ada efek penurunan produktivitas, WHO pernah mencatat bahwasanya alkohol menyebabkan hilangnya 3,5% per tahun produktivitas dan kalau di negara maju itu perhitungannya sekitar 9% per tahunnya produktivitasnya menurun,” katanya saat dihubungi MNC Portal Indonesia hari ini (2/3) di Jakarta.
Baca juga: Jubir Wapres Sebut KH Ma'ruf Amin Tak Dilibatkan Dalam Penyusunan Perpres Miras
“Jadi jika kita melihat bahwasanya investasi di bidang ini kemudian meningkat GDP kita lewat nilai investasinya, maka efek dari turunannya berupa masyarakat yang mengonsumsi itu memiliki efek ekonomi juga yang panjang,” tambah Ebi.
Menurut dia, memang diakui efek positif terhadap ekonomi karena adanya investasi minuman beralkohol dibuka itu dalam jangka pendek akan terjadi. Akan tetapi, harus disadari efek dalam jangka panjang dan menengah terhadap masyarakat.
“Itu belum penyakit sosial ya, masih kesehatan. Penyakit sosial yang mungkin muncul karena kehilangan kesadaran karena mengonsumsi itu sehingga terjadi hal-hal yang tidak dia sadari menganggu kondisi masyarakat, misalnya perkelahian dan lain-lain,” ujar Ebi.
Baca juga: Jubir Wapres Sebut KH Ma'ruf Amin Tak Dilibatkan Dalam Penyusunan Perpres Miras
“Jadi jika kita melihat bahwasanya investasi di bidang ini kemudian meningkat GDP kita lewat nilai investasinya, maka efek dari turunannya berupa masyarakat yang mengonsumsi itu memiliki efek ekonomi juga yang panjang,” tambah Ebi.
Menurut dia, memang diakui efek positif terhadap ekonomi karena adanya investasi minuman beralkohol dibuka itu dalam jangka pendek akan terjadi. Akan tetapi, harus disadari efek dalam jangka panjang dan menengah terhadap masyarakat.
“Itu belum penyakit sosial ya, masih kesehatan. Penyakit sosial yang mungkin muncul karena kehilangan kesadaran karena mengonsumsi itu sehingga terjadi hal-hal yang tidak dia sadari menganggu kondisi masyarakat, misalnya perkelahian dan lain-lain,” ujar Ebi.
Lihat Juga :