Ihwal 'Benci Produk Asing', Ini Tanggapan Erick Thohir

Jum'at, 05 Maret 2021 - 21:34 WIB
Gedung Sarinah sebelum dipugar. Foto/Dok SINDOphoto/Yulianto
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merespon pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ihwal benci produk asing dengan memaparkan kinerja PT Sarinah (Persero). Rencananya, Sarinah akan menjadi wadah bagi pengembangan produk UMKM di tingkat global.

"Sarinah kita ubah 100% local brand, tapi kita tahu bisnis ritel ini sunset, kalau kita tidak punya akses pasar yang kuat juga berat. Karena itu, sejak awal kita bilang Sarinah, selain kita punya local brand yang dikurator, tapi dibantu pembiayaannya, bantu akses pasarnya mulai coba dibuka," ujarnya, Jumat (5/3/2021).



Sarinah akan menggandeng Dufry International Ltd dalam mengembangkan bisnis UMKM. Dengan kerjasama itu, maka produk UMKM akan dijual di gerai Dufry.

Baca juga: Disuntik Investor Rp1,5 Triliun, Jokowi: UMKM Harus Naik Kelas!

Erick menyebut, perusahaan yang bergerak di bidang travel ritel itu memiliki lebih dari 2.400 gerai di 420 lokasi yang tersebar di sejumlah negara. Maka, dengan kemitraan Sarinah dan Dufry dipastikan pemasaran produk lokal akan diperdagangkan di secara luas di dunia.

"Kita juga berpartner degan Dufry, perusahaan duty free terbesar di dunia berbasis di Swiss. Kerja samanya, oke, kamu buka outlet di Sarinah, karena memang turis butuh duty free shop seperti, kalau ke Bali ada Plaza Bali, tetap karena kamu berpartner sama kita, kita minta akses 10 produk Indonesia harus dipasarkan di Dufry, di seluruh outletnya internasional, apakah kopi, teh, coklat, sesuai dengan standar internasional karena kan kita saingan juga dengan merk internasional di outletnya," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!