Tangkal Hoaks Seputar Vaksin di RI, Begini Upaya Google
Minggu, 07 Maret 2021 - 08:00 WIB
Direktur Program Maarif Institute Khelmy K. Pribadi menyebut kehadiran situs tularnalar.id adalah bentuk komitmen seluruh konsorsium untuk memperluas akses publik pada sumber pembelajaran daring yang dapat meningkatkan keterampilan praktis dosen, guru, siswa dan siapapun untuk bersama-sama meningkatkan kapasitas literasi digital untuk melawan misinformasi, disinformasi dan ujaran kebencian.
“Situs tularnalar.id menyediakan materi pembelajaran yang kreatif dan interaktif, termasuk didalamnya adalah modul, video, dan kuiskuis menarik dengan sumber rujukan yang jelas,” kata dia.
Hal serupa juga disampaikan oleh Juli Binu dari Love Frankie. Ia menyampaikan dalam prosespenyusunan situs tularnalar.id kami juga melakukan riset kepada para pakar di bidang literasi media untuk dapat memahami tantangan-tantangan yang dihadapi oleh para pengajar dalam mengajarkan literasi media kepada siswanya. “Kami juga menguji berbagai model kursusonline untuk menghasilkan situs yang ramah bagi penggunanya termasuk teman temandisabilitas,” ungkapnya.
Sementara itu, Yulita Priyoningsih Sub Koordinator Pembelajaran Khusus, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud menyampaikan bahwa program Tular Nalar yang digagas oleh Maarif Institute merupakan contoh baik implementasi kolaborasi antara Kemdikbud dan Masyarakat dalam rangka meningkatkan literasi media, khususnya media digital untuk mendorong kesadaran akan pentingnya pencegahan penyebarluasan berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. “Penguatan literasi media bagi dosen-dosen, mahasiswa dan masyarakat luas menjadi salah satu perwujudan tridharma perguruan tinggi,” kata dia.
Baca Juga: Facebook Platform Digital Terbanyak Sebarkan Hoaks Vaksin Covid-19
“Situs tularnalar.id menyediakan materi pembelajaran yang kreatif dan interaktif, termasuk didalamnya adalah modul, video, dan kuiskuis menarik dengan sumber rujukan yang jelas,” kata dia.
Hal serupa juga disampaikan oleh Juli Binu dari Love Frankie. Ia menyampaikan dalam prosespenyusunan situs tularnalar.id kami juga melakukan riset kepada para pakar di bidang literasi media untuk dapat memahami tantangan-tantangan yang dihadapi oleh para pengajar dalam mengajarkan literasi media kepada siswanya. “Kami juga menguji berbagai model kursusonline untuk menghasilkan situs yang ramah bagi penggunanya termasuk teman temandisabilitas,” ungkapnya.
Sementara itu, Yulita Priyoningsih Sub Koordinator Pembelajaran Khusus, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud menyampaikan bahwa program Tular Nalar yang digagas oleh Maarif Institute merupakan contoh baik implementasi kolaborasi antara Kemdikbud dan Masyarakat dalam rangka meningkatkan literasi media, khususnya media digital untuk mendorong kesadaran akan pentingnya pencegahan penyebarluasan berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. “Penguatan literasi media bagi dosen-dosen, mahasiswa dan masyarakat luas menjadi salah satu perwujudan tridharma perguruan tinggi,” kata dia.
Baca Juga: Facebook Platform Digital Terbanyak Sebarkan Hoaks Vaksin Covid-19
Lihat Juga :