Stok Cukup, Rektor IPB: Tak Ada Alasan untuk Impor Beras
Senin, 08 Maret 2021 - 14:11 WIB
Rektor Institut Pertanian Bogor Arif Satria. (Foto: Ist)
JAKARTA - Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria menolak rencana pemerintah untuk mengimpor beras. Pasalnya, sesuai data Badan Pusat Statistika (BPS) stok beras hingga kini masih dalam jumlah cukup sehingga memang tidak ada alasan untuk membuka kran impor beras .
“Berdasarkan indikator produksi, konsumsi, dan neraca apalagi kita lihat indikator harga di lapangan cenderung menurun. Oleh karena itu memang tidak ada alasan bagi kita untuk melakukan impor beras karena stok cukup,” ujar Arif Satria di Bogor dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews.com, Senin (8/3/2021).
(Baca juga:Impor Beras hanya untuk Stok Dianggap Tidak Masuk Akal)
Arif mengungkapkan BPS telah merilis data potensi produksi beras pada bulan Januari hingga April 2021 ada sekitar 14 juta ton atau naik 26% dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Tidak hanya itu, panen raya juga memiliki potensi surplus pada Januari hingga Aprilsekitar 4,8 juta ton beras.
“Panen raya ini bisa memberikan surplus. Yang penting bagi kita adalah bagaimana kita mampu melakukan penyerapan gabah dari para petani,” tegasnya.
(Baca juga:Pak Jokowi! Impor Beras Itu Menyakitkan Hati Petani)
“Berdasarkan indikator produksi, konsumsi, dan neraca apalagi kita lihat indikator harga di lapangan cenderung menurun. Oleh karena itu memang tidak ada alasan bagi kita untuk melakukan impor beras karena stok cukup,” ujar Arif Satria di Bogor dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews.com, Senin (8/3/2021).
(Baca juga:Impor Beras hanya untuk Stok Dianggap Tidak Masuk Akal)
Arif mengungkapkan BPS telah merilis data potensi produksi beras pada bulan Januari hingga April 2021 ada sekitar 14 juta ton atau naik 26% dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Tidak hanya itu, panen raya juga memiliki potensi surplus pada Januari hingga Aprilsekitar 4,8 juta ton beras.
“Panen raya ini bisa memberikan surplus. Yang penting bagi kita adalah bagaimana kita mampu melakukan penyerapan gabah dari para petani,” tegasnya.
(Baca juga:Pak Jokowi! Impor Beras Itu Menyakitkan Hati Petani)
Lihat Juga :