Mau Garap Energi Surya dan Angin, Jangan Lupa Siapkan Sistem Penyimpanan
Senin, 08 Maret 2021 - 23:41 WIB
Menurut dia, tren secara global pada tahun 2050 dari sisi teknologi akan terjadi penurunan harga teknologi surya, angin, dan baterai. Baterai dalam 10 tahun terakhir harganya sudah turun 89%. Demikian juga dengan teknologi surya yang turun 89% dan angin turun 59%.
"Untuk itu, kombinasi dari baterai dan variabel energi diharapkan bisa menjadi solusi yang andal dan efektif," ungkapnya.
Baca Juga: Mau Pasang PLTS Atap Biar Hemat? Cek Nih Aplikasinya
Fabby menuturkan, untuk mencapai target bauran energi sesuai dalam Perjanjian Paris, maka harus ada penambahan pembangkit EBT sebesar 15-20 gigawatt (GW) setiap tahunnya. Dalam perhitungannya, sekitar 50% dari kapasitas pembangkit berasal dari surya dan angin.
Dengan penetrasi Variable Renewable Energy (VRE) seperti PLTS dan PLTB yang bersifat intermittent yang lebih besar, maka energy storage diperlukan untuk menjaga kestabilan dan keandalan sistem. "Dengan kondisi ini maka energy storage baik utility scale dan small scale sangat dibutuhkan," jelasnya.
"Untuk itu, kombinasi dari baterai dan variabel energi diharapkan bisa menjadi solusi yang andal dan efektif," ungkapnya.
Baca Juga: Mau Pasang PLTS Atap Biar Hemat? Cek Nih Aplikasinya
Fabby menuturkan, untuk mencapai target bauran energi sesuai dalam Perjanjian Paris, maka harus ada penambahan pembangkit EBT sebesar 15-20 gigawatt (GW) setiap tahunnya. Dalam perhitungannya, sekitar 50% dari kapasitas pembangkit berasal dari surya dan angin.
Dengan penetrasi Variable Renewable Energy (VRE) seperti PLTS dan PLTB yang bersifat intermittent yang lebih besar, maka energy storage diperlukan untuk menjaga kestabilan dan keandalan sistem. "Dengan kondisi ini maka energy storage baik utility scale dan small scale sangat dibutuhkan," jelasnya.
(akr)
Lihat Juga :