AS Setujui Stimulus USD1,9 Triliun, Harga Minyak Nanjak Lagi
Selasa, 09 Maret 2021 - 10:28 WIB
"Fundamental tetap sangat mendukung, terutama dengan Arab Saudi dalam kendali penuh mengejar kebijakan minyak yang ketat," kata Stephen Innes, kepala strategi pasar global di Axi dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters.
"Brent saat ini bertahan di atas USD68, menunjukkan spekulan kemungkinan akan kembali setelah kekacauan kemarin," tambahnya.
Pada hari Senin (8/3), harga minyak mentah Brent bahkan sempat naik di atas USD70 per barel setelah pasukan Houthi Yaman menembakkan drone dan rudal di jantung industri minyak Saudi, termasuk fasilitas Saudi Aramco di Ras Tanura yang penting untuk ekspor minyak bumi.
Riyadh mengatakan tidak ada korban atau kehilangan properti dan harga minyak pun berakhir lebih rendah. Namun, Amerika Serikat menyatakan kekhawatirannya pada "ancaman keamanan asli" ke Arab Saudi dari Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman dan di tempat lain di kawasan itu, dan mengatakan akan meningkatkan dukungan untuk pertahanan Saudi.
Baca Juga: Demi Nama Baik, Jokowi Disarankan Pecat Moeldoko Secara Tidak Hormat
"Brent saat ini bertahan di atas USD68, menunjukkan spekulan kemungkinan akan kembali setelah kekacauan kemarin," tambahnya.
Pada hari Senin (8/3), harga minyak mentah Brent bahkan sempat naik di atas USD70 per barel setelah pasukan Houthi Yaman menembakkan drone dan rudal di jantung industri minyak Saudi, termasuk fasilitas Saudi Aramco di Ras Tanura yang penting untuk ekspor minyak bumi.
Riyadh mengatakan tidak ada korban atau kehilangan properti dan harga minyak pun berakhir lebih rendah. Namun, Amerika Serikat menyatakan kekhawatirannya pada "ancaman keamanan asli" ke Arab Saudi dari Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman dan di tempat lain di kawasan itu, dan mengatakan akan meningkatkan dukungan untuk pertahanan Saudi.
Baca Juga: Demi Nama Baik, Jokowi Disarankan Pecat Moeldoko Secara Tidak Hormat
Lihat Juga :