RI Bergantung pada LPG Impor, Pertamina: DME Bisa Jadi Alternatif

Selasa, 09 Maret 2021 - 15:20 WIB
Karena itu, Hasto menjelaskan, harga DME nantinya harus berada dalam rentang tertentu dimana batas atasnya tidak boleh melebihi harga LPG, dan batas bawahnya tetap memberikan keuntungan bagi investor. Terlepas dari persoalan harga, Hasto menegaskan bahwa pengembangan DME tetap penting karena banyak nilai tambah lain yang akan didapatkan.

Hasto mengatakan, agar rencana pengembangan DME bisa dieksekusi Pertamina membutuhkan dukungan pemerintah untuk kebijakan diversifikasi energi rumah, dukungan penugasan dari pemerintah kepada Pertamina selama nilai keekonomian infrastruktur DME oleh mitra untuk keberlangsungan bisnis hilir Pertamina dan hulu produsen DME, dukungan kebijakan subsidi yang tepat untuk LPG dan DME. Selain itu, konsep harga beli offtaker DME.

"Terakhir adalah terkait pengaturan kuota impor untuk menghindari kanibalisasi DME lokal oleh kargo LPG impor. Untuk wilayah yang menjadi demand center DME perlu diregulasi agar tidak ada suplai dan infrastruktur LPG yang dapat mengancam pasar DME,” tuturnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!