RI Bergantung pada LPG Impor, Pertamina: DME Bisa Jadi Alternatif
Selasa, 09 Maret 2021 - 15:20 WIB
"Melalui hilirisasi batu bara, kalau kita semua serius ke depan diharapkan semakin progresif, dan impor LPG akan mulai turun," kata Hasto dalam webinar bertajuk "Mengukur Nilai Keekonomian Hilirisasi Batubara dan Perubahan Tren ke Energi Bersih" di Jakarta, Selasa (9/3/2021).
Menurut Hasto, potensi sumber daya batu bara Indonesia yang dapat diolah menjadi DME mencapai 14 miliar MT. Saat ini tengah dikembangkan fasilitas produksi DME di Sumatera Selatan oleh Air Product yang dilahan milik PT Bukit Asam Tbk dengan kapasitas 1,4 juta MT per tahun atau 1,07 juta MT setara LPG.
Namun, Hasto mengakui, implementasi DME ini tergantung pada harga produk tersebut nantinya. Harga DME tidak bisa lepas dari harga LPG yang dikonsumsi masyarakat luas.
"Maka harga DME tidak boleh lebih mahal dari LPG, kalau lebih mahal maka skema harga subsidi masih diberikan, dan pemerintah harus memberikan subsidi lebih besar," katanya.
Baca Juga: Minta Roadmap Hilirisasi Batu Bara Dipercepat, Jokowi: Perjelas Strategi Besarnya
Menurut Hasto, potensi sumber daya batu bara Indonesia yang dapat diolah menjadi DME mencapai 14 miliar MT. Saat ini tengah dikembangkan fasilitas produksi DME di Sumatera Selatan oleh Air Product yang dilahan milik PT Bukit Asam Tbk dengan kapasitas 1,4 juta MT per tahun atau 1,07 juta MT setara LPG.
Namun, Hasto mengakui, implementasi DME ini tergantung pada harga produk tersebut nantinya. Harga DME tidak bisa lepas dari harga LPG yang dikonsumsi masyarakat luas.
"Maka harga DME tidak boleh lebih mahal dari LPG, kalau lebih mahal maka skema harga subsidi masih diberikan, dan pemerintah harus memberikan subsidi lebih besar," katanya.
Baca Juga: Minta Roadmap Hilirisasi Batu Bara Dipercepat, Jokowi: Perjelas Strategi Besarnya
Lihat Juga :