Rights Issue, BSI Bidik Rp7,15 Triliun di Pasar Modal

Rabu, 10 Maret 2021 - 17:20 WIB
Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) akan melakukan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) di Bursa Efek Indonesia. Langka rights issue itu untuk menghimpun dana segar di pasar modal Indonesia senilai USD500 juta atau setara Rp7,15 triliun (kurs Rp14.300 per dolar AS).

Wakil Menteri (Wamen) II BUMN Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko menyebut, skema HMETD dengan penerbitan sebagian saham emiten di BEI itu untuk menemukan kemitraan kerja yang strategis.



Dalam penerbitan saham tersebut, emiten juga akan akan menargetkan free float atau saham yang dimiliki publik dengan kepemilikan kurang 7,5 persen. rights issue mulai dilakukan pada tahun 2021.

Baca juga: Anteng di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik 1 Persen ke 6.264
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!