Peningkatan Skill Digital Jadi Kunci Daya Saing SDM
Kamis, 18 Maret 2021 - 17:06 WIB
Baca juga: Pandemi Punya Peran Mempercepat Digitalisasi Perbankan
Sejauh ini, digitalisasi masih lebih berkembang di kota-kota besar. Apalagi salah satu kendalanya yaitu ketersediaan sarana prasarana atau infrastruktur yang menunjang tranformasi digital secara merata di seluruh penjuru Nusantara. Padahal, masih banyak daerah yang belum bisa mendapatkan akses jaringan internet. Umumnya daerah tersebut masuk dalam kawasan tertinggal, terpencil, dan terluar.
Indeks digitalisasi Indonesia dalam IMD World Digital Competitiveness Asia Pasific menempati peringkat ke-56 dari 63 negara. Capaian itu masih kalah jauh dibandingkan beberapa negara di Asia Tenggara (ASEAN).
“Masih ketinggalan jauh dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand. Kita ketinggalan di knowledge, skill digital. Kita ketinggalan sekali,” ujarnya.
Lantaran itu, ISED yang berdiri sejak 2019 berupaya berkontribusi dalam kemajuan dan meningkatkan kemampuan digital di seluruh penjuru Indonesia. Beragam program kegiatan telah dilakukan seperti melakukan kajian melalui survei kajian ekonomi dan digital, pelatihan digital, penulisan buku, dan lainnya.
“Kita menyadari digital skill itu sangat penting. Kalau mau maju, kita harus adaptif dengan digitalisasi. Kita tidak akan maju jika tidak bisa bertransformasi digital, memanfaatkan era digitalisasi saat ini. Perlunya infrastruktur, SDM dan regulasi seperti Rancangan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (RUU PDP),” tandasnya.
Baca juga: Ini Barisan Aplikasi Berbasis App Store yang 'Mencuri' Data Pribadi Anda
Sejauh ini, digitalisasi masih lebih berkembang di kota-kota besar. Apalagi salah satu kendalanya yaitu ketersediaan sarana prasarana atau infrastruktur yang menunjang tranformasi digital secara merata di seluruh penjuru Nusantara. Padahal, masih banyak daerah yang belum bisa mendapatkan akses jaringan internet. Umumnya daerah tersebut masuk dalam kawasan tertinggal, terpencil, dan terluar.
Indeks digitalisasi Indonesia dalam IMD World Digital Competitiveness Asia Pasific menempati peringkat ke-56 dari 63 negara. Capaian itu masih kalah jauh dibandingkan beberapa negara di Asia Tenggara (ASEAN).
“Masih ketinggalan jauh dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand. Kita ketinggalan di knowledge, skill digital. Kita ketinggalan sekali,” ujarnya.
Lantaran itu, ISED yang berdiri sejak 2019 berupaya berkontribusi dalam kemajuan dan meningkatkan kemampuan digital di seluruh penjuru Indonesia. Beragam program kegiatan telah dilakukan seperti melakukan kajian melalui survei kajian ekonomi dan digital, pelatihan digital, penulisan buku, dan lainnya.
“Kita menyadari digital skill itu sangat penting. Kalau mau maju, kita harus adaptif dengan digitalisasi. Kita tidak akan maju jika tidak bisa bertransformasi digital, memanfaatkan era digitalisasi saat ini. Perlunya infrastruktur, SDM dan regulasi seperti Rancangan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (RUU PDP),” tandasnya.
Baca juga: Ini Barisan Aplikasi Berbasis App Store yang 'Mencuri' Data Pribadi Anda
Lihat Juga :