Belajar dari Tragedi Sipadan Ligitan, Milenial Harus Cinta Rupiah
Senin, 22 Maret 2021 - 17:04 WIB
Lebih lanjut Rosmaya mengatakan, acara Bangga Rupiah tersebut merupakan bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia atau FEKDI. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman, kolaborasi antar stakeholder dan masyarakat Indonesia demi mendukung sistem pembayaran di Indonesia.
"Sangat besar peran penting ekonomi keuangan digital untuk pemulihan ekonomi nasional. Karena ini adalah inovasi untuk memacu produktivitas kerja masyarakat," katanya.
Baca juga: Pemerintah Bidik 30 Juta UMKM Go Digital hingga 2023
Saat ini menurut dia transaksi digital dan uang kartal masih bersifat komplementer karena Indonesia masih kategori dominan yang tunai atau cash- based society society. Masyarakat masih memegang tunai Rupiah untuk belanja. "Sehingga ketersediaan uang kartal dibutuhkan untuk menjaga kebanggaan untuk Rupiah," imbuhnya.
"Sangat besar peran penting ekonomi keuangan digital untuk pemulihan ekonomi nasional. Karena ini adalah inovasi untuk memacu produktivitas kerja masyarakat," katanya.
Baca juga: Pemerintah Bidik 30 Juta UMKM Go Digital hingga 2023
Saat ini menurut dia transaksi digital dan uang kartal masih bersifat komplementer karena Indonesia masih kategori dominan yang tunai atau cash- based society society. Masyarakat masih memegang tunai Rupiah untuk belanja. "Sehingga ketersediaan uang kartal dibutuhkan untuk menjaga kebanggaan untuk Rupiah," imbuhnya.
(ind)
Lihat Juga :