Dihantam Covid-19, Grab Ubah Skema Insentif Mitra
Selasa, 19 Mei 2020 - 22:48 WIB
Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh negara berdampak pada kinerja Grab, lantaran hal itu ada perubahan skema bonus atau insentif yang dikeluhkan oleh mitra driver di Malang. Foto/Dok
MALANG - Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh negara berdampak pada kinerja Grab. Pendapatan perusahaan transportasi asal Malaysia dari pengantaran orang dan barang ikut melorot.
Co Founder Grab, Tan Hooi Ling mengatakan, mereka sedang mempersiapkan strategi menghadapi kemungkinan terburuk. Tentunya, Grab dalam kondisi ini mengharapkan uluran tangan investor utamanya, Softbank. “Grab yang didukung oleh Softbank sedang mempersiapkan kemungkinan untuk musim dingin yang panjang,” katanya seperti dikutip dari Reuters.
Menurutnya, imbas kebijakan pencegahan Covid-19 memukul lini jasa utama pengantaran orang. Hal itu tak setimpal dengan kenaikan lini jasa lainnya. Hal ini juga berimbas dengan driver Grab di Indonesia. Grab merubah skema bonus atau insentif bagi mitranya, imbasnya 45 Komunitas driver Grab Malang Raya melakukan offbid massal atau berhenti beroperasi mulai tanggal 18 hingga 22 mei 2020.
Pengemudi Grab di Malang Raya mengakui mengalami penurunan pendapatan. Ini terjadi sejaknya manajemen Grab mengeluarkan kebijakan untuk menurunkan insentif pada mitra karena menurunnya orderan.
Co Founder Grab, Tan Hooi Ling mengatakan, mereka sedang mempersiapkan strategi menghadapi kemungkinan terburuk. Tentunya, Grab dalam kondisi ini mengharapkan uluran tangan investor utamanya, Softbank. “Grab yang didukung oleh Softbank sedang mempersiapkan kemungkinan untuk musim dingin yang panjang,” katanya seperti dikutip dari Reuters.
Menurutnya, imbas kebijakan pencegahan Covid-19 memukul lini jasa utama pengantaran orang. Hal itu tak setimpal dengan kenaikan lini jasa lainnya. Hal ini juga berimbas dengan driver Grab di Indonesia. Grab merubah skema bonus atau insentif bagi mitranya, imbasnya 45 Komunitas driver Grab Malang Raya melakukan offbid massal atau berhenti beroperasi mulai tanggal 18 hingga 22 mei 2020.
Pengemudi Grab di Malang Raya mengakui mengalami penurunan pendapatan. Ini terjadi sejaknya manajemen Grab mengeluarkan kebijakan untuk menurunkan insentif pada mitra karena menurunnya orderan.
Lihat Juga :