BI Akan Tekan Dampak Buruk dari Digitalisasi Ekonomi
Rabu, 31 Maret 2021 - 14:42 WIB
"Bagi industri sendiri kita lihat perlu juga untuk melakukan transformasi digital secara end-to-end supaya bisa mampu untuk menjaga daya saingnya, jadi yak bisa di comfort zone harus melakukan transformasi," kata dia.
Filianingsih menyampaikan, digitalisasi telah melahirkan pola baru dalam aktivitas ekonomi, yang mana hal ini ditandai dengan munculnya tiga hal baru. Pertama adalah teknologi baru, mengenai teknologi baru atau disebut sebagai teknologi digital telah hadir di setiap sendi kehidupan dan hampir seluruh aktivitas baik individu maupun korporasi juga terpapar dengan inovasi digital ini. Teknologi baru pertumbuhannya pun eksponensial saat ini.
Kedua, model bisnis baru, di mana saat ini telah banyak lahir model bisnis baru yang sangat inovatif. Dia menyebut, teknologi digital memungkinkan terjadinya model bisnis yang baik yang bundling maupun unbundling. Di era saat ini juga penting untuk berkolaborasi model bisnis antara berbagai pelaku, salah satunya di sistem pembayaran. ( Baca juga:Pemerintah Tolak Sahkan Pengurus Partai Demokrat Kubu Moeldoko )
Terakhir, yaitu pemain baru. Dengan merebaknya teknologi digital memungkinkan banyaknya pemain baru khususnya non-bank. Hal ini terlihat terutama pada retail payment dan peran non bank semakin menguat sekaligus mengubah struktur dan tatanan sektor keuangan.
Filianingsih menyampaikan, digitalisasi telah melahirkan pola baru dalam aktivitas ekonomi, yang mana hal ini ditandai dengan munculnya tiga hal baru. Pertama adalah teknologi baru, mengenai teknologi baru atau disebut sebagai teknologi digital telah hadir di setiap sendi kehidupan dan hampir seluruh aktivitas baik individu maupun korporasi juga terpapar dengan inovasi digital ini. Teknologi baru pertumbuhannya pun eksponensial saat ini.
Kedua, model bisnis baru, di mana saat ini telah banyak lahir model bisnis baru yang sangat inovatif. Dia menyebut, teknologi digital memungkinkan terjadinya model bisnis yang baik yang bundling maupun unbundling. Di era saat ini juga penting untuk berkolaborasi model bisnis antara berbagai pelaku, salah satunya di sistem pembayaran. ( Baca juga:Pemerintah Tolak Sahkan Pengurus Partai Demokrat Kubu Moeldoko )
Terakhir, yaitu pemain baru. Dengan merebaknya teknologi digital memungkinkan banyaknya pemain baru khususnya non-bank. Hal ini terlihat terutama pada retail payment dan peran non bank semakin menguat sekaligus mengubah struktur dan tatanan sektor keuangan.
(uka)
Lihat Juga :