Erick Thohir Khawatir BUMN Punah di Era Digitalisasi

Rabu, 07 April 2021 - 13:05 WIB
Karena itu, Erick menegaskan, langkah terobosan dan proses transformasi baik di Kementerian BUMN dan perusahaan negara tetap dilakukan. Salah satunya adalah menguatkan sumber daya manusia (SDM). Penguatan SDM diyakini mampu mengubah paradigma lama menuju era digitalisasi.

"Karena itu, kami kenapa membuat terobosan hari ini, tidak hanya kementerian, tapi juga forum human capital yang ini merupakan komunitas insan BUMN, harus terjadi percepatan paradigma dan bagaimana perubahan-perubahan ini harus diantisipasi," tegasnya. Baca Juga: Ulama Kharismatik Tangerang Abuya KH Uci Thurtusi Meninggal Dunia

Erick sudah merampingkan 142 BUMN menjadi 41 perusahaan. Sedangkan jumlah kluster yang tadinya tercatat ada 27 dikurangi menjadi 12. Langkah perampingan BUMN dan klusternya dicatat sebagai salah satu upaya transformasi perseroan negara.

Upaya efisiensi portofolio BUMN tersebut membawa pemegang saham BUMN mengumpulkan aset senilai USD650 miliar atau setara Rp9.100 triliun (kurs Rp14.000 per USD).

Jumlah aset BUMN tersebut diyakini Erick akan memberi kontribusi besar bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Dengan begitu, misi Kementerian BUMN untuk menghasilkan nilai ekonomi dan sosial bagi Indonesia bisa terealisasikan.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!