Rupiah Amblas Saat Ekonomi Negeri Paman Sam Pulih
Senin, 12 April 2021 - 16:57 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) ditutup melemah. Dimana pada perdagangan hari ini, rupiah melemah 30 point. Foto/Dok
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) ditutup melemah. Dimana pada perdagangan hari ini, rupiah melemah 30 point atau berada di level Rp14.595 per USD.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim menjelaskan, bahwa rupiah melemah disebabkan oleh pulihnya ekonomi di Amerika Serikat . Ia mengatakan, bahwa Ketua Fed Jerome Powell berbicara pada hari Rabu di Economic Club of Washington.
Baca Juga: Segera Tambah Saldo! Minggu Depan, MNC Bank Sebar e-Voucher Shopee Ratusan Juta Rupiah
Dalam sebuah wawancara pada hari Minggu di "60 Minutes" CBS, Powell mengatakan ekonomi AS berada pada "titik perubahan" dengan ekspektasi bahwa pertumbuhan dan perekrutan akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan.
"Tanda-tanda pemulihan ekonomi AS terus bermunculan. Data terbaru yang dirilis pekan lalu menunjukkan indeks harga produsen (producer price index/PPI) meroket 4,2% pada bulan Maret," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Senin (12/4/2021).
Ibrahim menyampaikan, kenaikan tersebut merupakan yang tertinggi dalam lebih dari 9 tahun terakhir. Selain itu, kenaikan PPI mengindikasikan roda bisnis mulai semakin menggeliat, dan para wirausahawan mulai meningkatkan aktivitasnya.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim menjelaskan, bahwa rupiah melemah disebabkan oleh pulihnya ekonomi di Amerika Serikat . Ia mengatakan, bahwa Ketua Fed Jerome Powell berbicara pada hari Rabu di Economic Club of Washington.
Baca Juga: Segera Tambah Saldo! Minggu Depan, MNC Bank Sebar e-Voucher Shopee Ratusan Juta Rupiah
Dalam sebuah wawancara pada hari Minggu di "60 Minutes" CBS, Powell mengatakan ekonomi AS berada pada "titik perubahan" dengan ekspektasi bahwa pertumbuhan dan perekrutan akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan.
"Tanda-tanda pemulihan ekonomi AS terus bermunculan. Data terbaru yang dirilis pekan lalu menunjukkan indeks harga produsen (producer price index/PPI) meroket 4,2% pada bulan Maret," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Senin (12/4/2021).
Ibrahim menyampaikan, kenaikan tersebut merupakan yang tertinggi dalam lebih dari 9 tahun terakhir. Selain itu, kenaikan PPI mengindikasikan roda bisnis mulai semakin menggeliat, dan para wirausahawan mulai meningkatkan aktivitasnya.
Lihat Juga :