Waskita Karya Optimistis Kinerja Membaik Setelah Pandemi

Rabu, 14 April 2021 - 06:57 WIB
Kami sedang di due dilegence oleh INA. Mudah-mudahan tahun ini bisa terlaksana. Tadi pagi ketemu karena ada (investor) tambahan yang ikut. Konsepnya sudah dibuat, ada UAE ingin masuk. Mereka mengubah pola, (maka) sedikit mundur.

Kemarin kami mengajukan (penyertaan modal negara) Rp7,9 triliun. Itu sesuai dengan kebutuhan pendanaan di ruas tol (Palembang-Betung) tersebut. Kalau ini di-approve, kami bisa mempercepat Palembang-Betung.

Bagaimana dengan kinerja anak usaha Waskita?

Tahun lalu, properti dan infrastruktur positif. Tahun ini, untuk properti dengan ekonomi tumbuh, kebutuhan unit rumah dan apartemen meningkat kembali sehingga meningkatkan pendapatan dan laba untuk Waskita Realty.

Tahun ini dimulai dengan pengembangan kawasan di Cilincing. Kita join itu sekitar 600 hektar. Ini bisa mulai dipasarkan. Kemudian, ruas-ruas property di Bali dan Surabaya tumbuh. Waskita juga punya proyek (pembangkit) mikro hidro. Tahun lalu, ada kontrak power plant. Cuma karena pandemi, (jadi) masih menunggu.

Lalu seperti apa upaya perseroan untuk mendapatkan proyek di luar negeri?

Waskita punya sejarah (mengerjakan proyek) di luar negeri. Karena Covid-19, kami memutuskan untuk standby. Ini ada beberapa tawaran sekarang dan mulai kami jajaki, baik di Afrika, maupun ASEAN. Ada persiapan untuk tender di Filipina. Itu LRT yang Metro Manila. Kemudian, kemari nada tawaran dari Afrika, Kamerun dan Kongo. Itu dari pemerintah sana dan sudah ada MoU. Ini menunggu kondisi normal, baru kami lakukan survei untuk persiapan penawaran harga.

Apa saja upaya perseroan mengembalikan kinerja pada tahun ini?

Meski secara konsolidasi mencatatkan rugi bersih, namun segmen bisnis jasa konstruksi Waskita masih profitable biarpun diterpa Pandemi. Segmen bisnis jasa konstruksi tercatat menyumbang 90% dari total pendapatan Waskita di 2020. Segmen tersebut mencatatkan pendapatan sebesar Rp14,5 triliun dengan keuntungan bruto sebesar Rp1,17 triliun atau rata-rata margin laba bruto sebesar 8%.

Pada lini bisnis konstruksi yang menjadi core compentecy, Waskita masih sangat kuat, ditambah dengan transformasi yang sedang kami lakukan, kedepan kami yakin kami akan jadi lebih efisien sehingga keunggulan kompetitif kami juga meningkat.

Bisnis konstruksi Waskita akan dapat menjadi katalis turnaround kinerja Waskita. Keyakinan ini didasari oleh beberapa faktor seperti perolehan nilai kontrak baru, lini bisnis Waskita yang terintegrasi, dan transformasi digital yang telah dinisiasi oleh Waskita.

Baca juga: Utang BUMN Karya Menggunung, Ekonom Saran 5 Opsi Solusi

Bagaimana upaya perseroan dalam membangun infrastruktur di Indonesia?

Jadi Indonesia negara besar dan kepulauan yang infrastrukturnya sangat dibutuhkan untuk konektivitas, baik itu jalan, airport, dan pelabuhan. Ini harus bagus untuk bisa memenuhi aktivitas masyarakat Indonesia. Tentu ini ada aktivitas bisnisnya. Sebelum Covid-19, kita lihat berapa ratus juta orang yang setiap hari mobile di negara kita.

Banyak keuntungan dari pembangunan infrastruktur, misalnya pada Tol Trans Jawa, Jakarta-Surabaya itu dulu puluhan jam, sekarang bisa ditempuh dalam waktu 10 jam. Itu luar biasa dampaknya. Artinya, transportasi manusia, barang, dan produk-produk pertanian bisa didistribusikan dengan jalan. Contoh lagi, saya baru dengar ketika peresmian Tol Palembang. Itu sebelumnya dari Palembang ke Bakauheni bisa 12-14 jam. Sekarang hanya 3,5 jam. Itu luar biasa pengurangannya.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!