Larangan Mudik Ditegaskan, Kemenparekraf Minta Wisata Lokal Terapkan Prokes Ketat
Senin, 19 April 2021 - 16:06 WIB
Karena ada pembatasan kegiatan dan peniadaan mudik, Kemenparekraf mengantisipasi dengan memastikan wisata-wisata lokal siap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Mudik tidak diperkenankan, berarti dalam menghabiskan waktu liburan Lebaran, ada alternatif kunjungan yang dilakukan masyarakat dalam bingkai PPKM skala mikro.
"Ini yang kami harapkan semua destinasi wisata dan sentra-sentra ekonomi kreatif patut menyiapkan diri mematuhi protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Kami terus berkoordinasi, misal dengan Gubernur Banten, kami menyampaikan bahwa keputusan akhir ada di tangan pemerintah dan satgas setempat," papar Sandiaga. ( Baca juga:Dukung Transformasi Industri, Kemenperin Pacu Peran Tech Startup )
Lanjut dia mengatakan, jika angka penularan Covid-19 ini meningkat, maka keputusan menutup tempat-tempat destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif ada di tangan pemerintah setempat.
"Jadi kami harus sampaikan secara lugas, bahwa protokol kesehatan dengan pembatasan kapasitas 50%, 3M, dan 3T harus dilakukan. Pariwisata bukan bagian dari masalah, kita justru menjadi solusi jika kita patuh terhadap protokol kesehatan dan bisa bangkit dari pandemi Covid-19. Implementasi di lapangan akan kita pantau selalu," pungkas Sandiaga.
"Ini yang kami harapkan semua destinasi wisata dan sentra-sentra ekonomi kreatif patut menyiapkan diri mematuhi protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Kami terus berkoordinasi, misal dengan Gubernur Banten, kami menyampaikan bahwa keputusan akhir ada di tangan pemerintah dan satgas setempat," papar Sandiaga. ( Baca juga:Dukung Transformasi Industri, Kemenperin Pacu Peran Tech Startup )
Lanjut dia mengatakan, jika angka penularan Covid-19 ini meningkat, maka keputusan menutup tempat-tempat destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif ada di tangan pemerintah setempat.
"Jadi kami harus sampaikan secara lugas, bahwa protokol kesehatan dengan pembatasan kapasitas 50%, 3M, dan 3T harus dilakukan. Pariwisata bukan bagian dari masalah, kita justru menjadi solusi jika kita patuh terhadap protokol kesehatan dan bisa bangkit dari pandemi Covid-19. Implementasi di lapangan akan kita pantau selalu," pungkas Sandiaga.
(uka)
Lihat Juga :