Kasus Covid-19 Global Nanjak, Rupiah Masih Bisa Perkasa
Rabu, 21 April 2021 - 09:46 WIB
Selain itu, sambung dia, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun kembali terkoreksi ke bawah 1,60% pada perdagangan kemarin. Yield berhasil menyentuh kisaran 1,55%.
Baca juga: Iran: Pasukan AS di Irak Akan Terus Jadi Target Hingga Ditarik Pulang
Faktor ini, kata dia, bisa mendukung penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, ditambah ekspektasi positif terhadap pemulihan ekonomi global maupun di Indonesia sendiri karena membaiknya data-data ekonomi. "Di internal beberapa indikator seperti aktifitas manufaktur, tingkat keyakinan konsumen, neraca perdagangan, sudah menunjukkan perbaikan," tandasnya.
Baca juga: Iran: Pasukan AS di Irak Akan Terus Jadi Target Hingga Ditarik Pulang
Faktor ini, kata dia, bisa mendukung penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, ditambah ekspektasi positif terhadap pemulihan ekonomi global maupun di Indonesia sendiri karena membaiknya data-data ekonomi. "Di internal beberapa indikator seperti aktifitas manufaktur, tingkat keyakinan konsumen, neraca perdagangan, sudah menunjukkan perbaikan," tandasnya.
(ind)
Lihat Juga :