Peran Perempuan dalam Pengembangan Usaha Syariah Bukan Main-main

Minggu, 25 April 2021 - 19:29 WIB
Partisipasi perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di perekonomian, sosial, maupun politik, tegas dia, bukan karena belas kasihan atau kuota yang ditetapkan oleh pemerintah atau unit usaha. Namun lantaran kemampuan dan profesionalitas dari kaum perempuan.

BI terus mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Salah satunya, mendorong inklusi keuangan bagi 130 juta penduduk yang masih belum terjangkau akses perbankan melalui pengembangan layanan bank syariah pelat merah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Hal ini dijabarkan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti dalam webinar Perempuan Tangguh yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia dalam sambutannya pada webinar BSI menyambut Hari Kartini.

Turut menjadi nara sumber webinar ialah Direktur Utama BSI, Hery Gunardi; Staf Khusus Presiden bidang Sosial, Angkie Yudistia; pimpinan Baznas, Saidah Sakwan; Deputy Director Business Incubation Shariah KNEKS, Indarwati Rifianingrum; serta desainer penerima penghargaan Ibu Negara Kartini Award, Amy Atmanto, yang juga pembina industri kreatif dan Pengurus Pusat MES (Masyarakat Ekonomi Syariah).

Destry menjelaskan, pasar keuangan syariah di Indonesia terus berkembang. Bukan hanya melalui perbankan syariah tapi juga melalui pasar modal, bahkan fintech syariah. Inklusivitas pada EKSyar (cetak biru sistem pembayaran ekonomi dan keuangan syariah) menjadi nilai tambah, ditambah mampu menjadi jembatan untuk mengurangi ketimpangan antara orang kaya dan miskin.

Karena hingga saat ini masih ada 130 juta penduduk belum terjangkau oleh akses perbankan. Sementara itu desainer penerima penghargaan Ibu Negara Kartini Award, Amy Atmanto, yang juga pembina industri kreatif dan Pengurus Pusat MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) menyampaikan mimpinya tentang Unicorn Modest Fashion Moslem Indonesia yang dilirik dunia.

Dituturkannya belanja modest fashion ranking dunia terbesar saat ini adalah Turki dengan total belanja USD29 miliar, UAE USD23 miliar, dan Indonesia USD21 miliar diurutan ke-3.

Sementara untuk ekspor China USD10,6 miliar, India USD3,1 miliar, dan Turki USD2,3 miliar. Tahun 2024 diperkirakan belanja moslem dan clothing apparel akan tumbuh 6% mencapai USD402 miliar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!