Bisnis Properti Menggeliat, LPKR Pede Pendapatan Akan Melesat
Rabu, 28 April 2021 - 17:10 WIB
Kemudian, lebih dari 50,6 persen marketing sales di kuartal I-2021 dicapai LPKR dengan keberhasilan peluncuran proyek perumahan tapak terbesar Cendana Icon di Lippo Village, yang merupakan penjualan tertinggi LPKR dalam satu hari selama lebih dari 20 tahun.
Menurut John, permintaan properti terbesar berasal dari rumah tapak dengan harga di bawah Rp2 miliar, dimana pembelinya sekitar 80 persen merupakan pasar perdana. Sekitar 60 persen pembeli tersebut menggunakan KPR. “Jadi inilah yang saya pikir real economy dan real demand yang harus didukung dan harus terus kita kembangkan,” kata dia.
Baca juga: Stimulus Properti Diakui Positif, Tapi Kondisi Masih Menantang
John menyebut, pihaknya akan melakukan launching banyak proyek baru yang dimulai di bulan April 2021. “Jadi kita akan terus tumbuh dan kita juga melihat bahwa memang permintaannya besar, di Meikarta pun pun penjualan juga naik 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” tuturnya.
Sementara itu, Analis Jada Utama Kapital Sekuritas Chris Aprilliony menyebut, insentif berupa pajak pertambahan nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah hingga Agustus nanti dipastikan akan memberikan dampak positif bagi kinerja LPKR, terutama properti di koridor barat ibukota memiliki tren peningkatan penjualan.
Hal ini lantaran segmen menengah yang terus bertumbuh dengan adanya pasokan produk baru. Karenanya, LPKR diyakini memiliki kinerja yang prospektif. “Untuk jangka menengah dan jangka panjang sahamnya memang prospektif,” ucap Chris.
Menurut John, permintaan properti terbesar berasal dari rumah tapak dengan harga di bawah Rp2 miliar, dimana pembelinya sekitar 80 persen merupakan pasar perdana. Sekitar 60 persen pembeli tersebut menggunakan KPR. “Jadi inilah yang saya pikir real economy dan real demand yang harus didukung dan harus terus kita kembangkan,” kata dia.
Baca juga: Stimulus Properti Diakui Positif, Tapi Kondisi Masih Menantang
John menyebut, pihaknya akan melakukan launching banyak proyek baru yang dimulai di bulan April 2021. “Jadi kita akan terus tumbuh dan kita juga melihat bahwa memang permintaannya besar, di Meikarta pun pun penjualan juga naik 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” tuturnya.
Sementara itu, Analis Jada Utama Kapital Sekuritas Chris Aprilliony menyebut, insentif berupa pajak pertambahan nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah hingga Agustus nanti dipastikan akan memberikan dampak positif bagi kinerja LPKR, terutama properti di koridor barat ibukota memiliki tren peningkatan penjualan.
Hal ini lantaran segmen menengah yang terus bertumbuh dengan adanya pasokan produk baru. Karenanya, LPKR diyakini memiliki kinerja yang prospektif. “Untuk jangka menengah dan jangka panjang sahamnya memang prospektif,” ucap Chris.
Lihat Juga :