Catatan Wapres Soal Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah: Kurang Agresif
Kamis, 29 April 2021 - 09:50 WIB
Wapres menilai, masih terdapat tantangan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Misalnya di bidang industri halal dimana masih ditemukannya kendala dalam proses pendataan produk halal.
Hal ini terjadi salah satunya karena kendala yang terdapat dalam proses sertifikasi halal serta tantangan dalam mengidentifikasi jenis produk tersebut. Sebab, produk halal bukan hanya makanan dan minuman saja, namun juga termasuk obat, kosmetik, dan fashion.
Baca Juga: Wapres Ingin BPD Ikuti Jejak BSI: Jadi Bank Syariah
Oleh karena itu lanjut Wapres, diperlukan penyempurnaan sistem pendataan agar seluruh produk ekspor Indonesia dapat terkodifikasi dengan baik. Sehingga Indonesia bisa tercatat sebagai negara pengekspor produk halal.
"Kodifikasi dan pencatatan ekspor produk halal Indonesia harus tuntas, sehingga Indonesia dapat tercatat sebagai negara pengekspor produk halal terbesar," jelasnya.
Hal ini terjadi salah satunya karena kendala yang terdapat dalam proses sertifikasi halal serta tantangan dalam mengidentifikasi jenis produk tersebut. Sebab, produk halal bukan hanya makanan dan minuman saja, namun juga termasuk obat, kosmetik, dan fashion.
Baca Juga: Wapres Ingin BPD Ikuti Jejak BSI: Jadi Bank Syariah
Oleh karena itu lanjut Wapres, diperlukan penyempurnaan sistem pendataan agar seluruh produk ekspor Indonesia dapat terkodifikasi dengan baik. Sehingga Indonesia bisa tercatat sebagai negara pengekspor produk halal.
"Kodifikasi dan pencatatan ekspor produk halal Indonesia harus tuntas, sehingga Indonesia dapat tercatat sebagai negara pengekspor produk halal terbesar," jelasnya.
Lihat Juga :