Penjualan Emas Antam Naik 72% di Kuartal I 2021
Senin, 03 Mei 2021 - 16:00 WIB
Segmen nikel juga mencatatkan pencapaian kinerja yang positif. Dimana, volume produksi feronikel pada kuartal I-2021 tercatat 6.300 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan tingkat penjualan feronikel sebesar 5.624 TNi. Penjualan feronikel capai Rp1,23 triliun, naik 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni sebesar Rp965,95 miliar.
Untuk komoditas bijih nikel, volume produksi bijih nikel yang digunakan sebagai bahan baku feronikel dan penjualan kepada pelanggan domestik tercatat sebesar 2,64 juta wet metric ton (wmt), meningkat signifikan 319 persen dibandingkan awal 2020, sebesar 629.000 wmt. Sedangkan volume penjualan bijih nikel ke pasar domestik mencapai 1,60 juta wmt.
Volume produksi bauksit yang digunakan sebagai bahan baku bijih pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) serta penjualan kepada pihak ketiga sebesar 557.354 wmt dengan capaian total volume penjualan bauksit mencapai 384.785 wmt. Sementara itu volume produksi CGA capai 15.315 ton alumina dengan tingkat penjualan CGA mencapai 36.098 ton alumina atau tumbuh 50 persen.
Baca Juga: Erick Thohir Rombak Jajaran Komisaris IFG, Ini Susunan Barunya
Terkait dengan proyek pengembangan usaha, saat ini perusahaan sedang menyelesaikan tahap konstruksi proyek pembangunan pabrik feronikel di Halmahera Timur, Maluku Utara yang memiliki kapasitas terpasang sebesar 13.500 TNi per tahun. Dalam hal pengembangan hilirisasi komoditas bauksit, saat ini Antam terus berfokus dalam pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, yang dikembangkan bersama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) dengan kapasitas pengolahan sebesar 1 juta ton SGAR per tahun.
Untuk komoditas bijih nikel, volume produksi bijih nikel yang digunakan sebagai bahan baku feronikel dan penjualan kepada pelanggan domestik tercatat sebesar 2,64 juta wet metric ton (wmt), meningkat signifikan 319 persen dibandingkan awal 2020, sebesar 629.000 wmt. Sedangkan volume penjualan bijih nikel ke pasar domestik mencapai 1,60 juta wmt.
Volume produksi bauksit yang digunakan sebagai bahan baku bijih pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) serta penjualan kepada pihak ketiga sebesar 557.354 wmt dengan capaian total volume penjualan bauksit mencapai 384.785 wmt. Sementara itu volume produksi CGA capai 15.315 ton alumina dengan tingkat penjualan CGA mencapai 36.098 ton alumina atau tumbuh 50 persen.
Baca Juga: Erick Thohir Rombak Jajaran Komisaris IFG, Ini Susunan Barunya
Terkait dengan proyek pengembangan usaha, saat ini perusahaan sedang menyelesaikan tahap konstruksi proyek pembangunan pabrik feronikel di Halmahera Timur, Maluku Utara yang memiliki kapasitas terpasang sebesar 13.500 TNi per tahun. Dalam hal pengembangan hilirisasi komoditas bauksit, saat ini Antam terus berfokus dalam pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, yang dikembangkan bersama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) dengan kapasitas pengolahan sebesar 1 juta ton SGAR per tahun.
(nng)
Lihat Juga :