Siap IPO Tahun Ini, Berikut Profil Subholding Kapal Pertamina
Kamis, 06 Mei 2021 - 12:19 WIB
Adapun pilar utama perseroan adalah, sebagai pondasi operasional comply terhadap standard international, marine safety and security, standard performance yang tinggi, operasi yang efisien, hingga proses digitalisasi. PIS juga diklaim sebagai perusahaan shipping terkemuka di Asia. Karena itu, keberadaan PIS dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang juga dituangkan dalam misi sebagai agen pembangunan ekonomi Indonesia.
Salah satu tujuan khusus adalah peningkatan penggunaan produk dalam negeri di lingkungan Pertamina Grup untuk memberdayakan industri dalam negeri. "Tentunya kami ingin meningkatkan nilai TKDN secara konsisten. Harapannya adalah agar perekonomian Indonesia semakin baik,” kata dia.
Saat ini, perseroan telah mengintegrasikan seluruh aset kapal, sarana tambat, non sarana tambat, enam pelabuhan, serta terminal BBM dan elpiji. Senada, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menuturkan, aksi korporasi yang akan dilakukan PIS. Untuk 2021, subholding akan membeli Kapal Aquarius atau kapal LNG. Pembelian tersebut menambah daftar 750 kapal yang dimiliki pertamina saat ini.
Rencananya, LNG akan digunakan untuk mendukung supply gas ke Kilang Cilacap pemilik Pertamina dan memasok gas sebagai konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PT PLN (Persero). Pada 2022, PIS akan melakukan investasi untuk mendukung pembangunan kapal Floating Storage and Regasification Unit (FSRU). Kapal FSRU sendiri memiliki kapasitas kargo penyimpanan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) sebesar 170.150 m3 dengan kapasitas unit regasifikasi 300 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
Kapal FSRU ini nantinya akan terintegrasi dengan pembangkit listrik bertenaga gas dengan turbin ganda atau Combined Cycle Gas Turbin (CCGT) berkapasitas 1.760 MW. "Kami juga akan meningkatkan value PIS dengan masuknya PIS ke pasar gas. Dengan 17.000pulau dan program net zero emission di 2030, gasifikasi menjadi sangat penting," ujar Nicke.
Salah satu tujuan khusus adalah peningkatan penggunaan produk dalam negeri di lingkungan Pertamina Grup untuk memberdayakan industri dalam negeri. "Tentunya kami ingin meningkatkan nilai TKDN secara konsisten. Harapannya adalah agar perekonomian Indonesia semakin baik,” kata dia.
Saat ini, perseroan telah mengintegrasikan seluruh aset kapal, sarana tambat, non sarana tambat, enam pelabuhan, serta terminal BBM dan elpiji. Senada, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menuturkan, aksi korporasi yang akan dilakukan PIS. Untuk 2021, subholding akan membeli Kapal Aquarius atau kapal LNG. Pembelian tersebut menambah daftar 750 kapal yang dimiliki pertamina saat ini.
Rencananya, LNG akan digunakan untuk mendukung supply gas ke Kilang Cilacap pemilik Pertamina dan memasok gas sebagai konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PT PLN (Persero). Pada 2022, PIS akan melakukan investasi untuk mendukung pembangunan kapal Floating Storage and Regasification Unit (FSRU). Kapal FSRU sendiri memiliki kapasitas kargo penyimpanan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) sebesar 170.150 m3 dengan kapasitas unit regasifikasi 300 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
Kapal FSRU ini nantinya akan terintegrasi dengan pembangkit listrik bertenaga gas dengan turbin ganda atau Combined Cycle Gas Turbin (CCGT) berkapasitas 1.760 MW. "Kami juga akan meningkatkan value PIS dengan masuknya PIS ke pasar gas. Dengan 17.000pulau dan program net zero emission di 2030, gasifikasi menjadi sangat penting," ujar Nicke.
Lihat Juga :