Perusahaan Peralatan Medis AS Rilis Produk Swab untuk Pasar Indonesia
Sabtu, 15 Mei 2021 - 23:03 WIB
Alat yang kini tersedia di banyak point of care dapat digunakan tanpa laboratorium maupun alat instrumen tambahan lain dan mampu mengidentifikasi pasien yang tertular Covid-19 dalam waktu 15 menit sehingga diklaim cocok digunakan untuk pengujian dalam skala besar.
(Baca Juga : Bumame Farmasi Berkolaborasi dengan ASRI Mudahkan Layanan Tes Covid-19 )
Abbott Panbio Antigen Nasal juga diklaim sebagai satu-satunya produk antigen nasal yang telah mendapat rekomendasi Emergency Used Listing (EUL) WHO dan tentunya telah memiliki ijin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga memenuhi syarat penggunaan yang ditetapkan oleh Kemenkes.Saat ini Abbott merupakan market leader di bidang teknologi diagnostik setelah mengakuisisi Alere Inc. pada 2017. Khususnya di bidang pengujian cepat penyakit kardiometabolik, penyakit menular, dan toksikologi.
“Berdasarkan studi epidemiologi, Indonesia menghadapi potensi ledakan kasus Covid-19 paska Idul Fitri dan hal tersebut sudah pernah terjadi di Indonesia,”imbuh Dr. Dicky Budiman M.Sc.PH, PhD (cand.), Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health, Griffith University, Australia.
(Baca Juga : Bumame Farmasi Berkolaborasi dengan ASRI Mudahkan Layanan Tes Covid-19 )
Abbott Panbio Antigen Nasal juga diklaim sebagai satu-satunya produk antigen nasal yang telah mendapat rekomendasi Emergency Used Listing (EUL) WHO dan tentunya telah memiliki ijin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga memenuhi syarat penggunaan yang ditetapkan oleh Kemenkes.Saat ini Abbott merupakan market leader di bidang teknologi diagnostik setelah mengakuisisi Alere Inc. pada 2017. Khususnya di bidang pengujian cepat penyakit kardiometabolik, penyakit menular, dan toksikologi.
“Berdasarkan studi epidemiologi, Indonesia menghadapi potensi ledakan kasus Covid-19 paska Idul Fitri dan hal tersebut sudah pernah terjadi di Indonesia,”imbuh Dr. Dicky Budiman M.Sc.PH, PhD (cand.), Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health, Griffith University, Australia.
(dar)
Lihat Juga :