Gegara Corona, Gizi Anak Turun Posyandu Jadi Terganggu

Senin, 24 Mei 2021 - 14:37 WIB
Sri Mulyani menjelaskan, pada tahun 2019, angka prevalensi stunting di Indonesia sudah mengalami penurunan. Namun jika dilihat dari persentasenya masih cukup tinggi karena berada di angka 27,7%. "Pandemi covid menambah tantangan pemerintah untuk menurunkan prevalensi stunting 14% di tahun 2024 seperti tertuang dalam RPJMN," ucapnya.

Wanita yang kerap disapa Ani pun menjelaskan beberapa contoh hambatan penurunan angka stunting yang disebabkan oleh pandemi covid-19. Dengan adanya pandemi, maka kegiatan atau layanan masyarakat imunisasi di posyandu menjadi terganggu. "Pandemi covid juga hambat kegiatan pencegahan stunting dengan terganggunya pelayanan kepada masyarakat akibat sosial dan physical distancing, di posyandu, kelas ibu hamil, bina keluarga balita, BKB dan PAUD semua alami hambatan," jelasnya.

Baca Juga: Covid-19 Itu Nyata, 67 PNS Kemenkeu Meninggal Kena Corona

Akses makanan bergizi untuk penduduk miskin juga terganggu karena adanya hambatan pada produksi dan distribusi. Akibatnya, daya beli pangan masyarakat miskin juga menjadi berkurang. "Akses penduduk miskin terhadap pangan juga terganggu sebab hambatan produksi dan distribusi," ucapnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!