Pengenaan Tarif Transaksi ATM Link Bisa Berdampak ke Nasabah Kecil
Rabu, 26 Mei 2021 - 19:45 WIB
Baca juga: Viral Karyawan Giant Nangis Berjamaah, Netizen Sampaikan Simpati
Bhima mengungkapkan, akar mula kebijakan pengenaan tarif pada ATM Link bermula saat laba bank BUMN merosot tajam sepanjang tahun 2020 lalu, disamping itu beban biaya operasional masih tinggi seperti sewa gedung sampai gaji karyawan, sedangkan investasi digital butuh modal besar dengan persaingan yang makin ketat.
"Jadi mereka coba cari jalan keluar dengan biaya tambahan ATM untuk tutupi kehilangan penurunan pendapatan dari kredit. Fee based income yang dikejar," tukasnya.
Menurut dia, dalam rangka mencari fee based income seharusnya tidak perlu ada beban tambahan ke nasabah bank-bank milik negara atau Himbara, padahal selama ini nasabah loyal salah satunya karena layanan cek saldo dan tarik tunai tanpa fee di ATM Link.
Selain itu, arah pengembangan sistem pembayaran khususnya bank juga dituntut untuk memberikan efisiensi, sehingga cost bisa ditekan dan ujungnya nasabah diuntungkan.
Bhima mengungkapkan, akar mula kebijakan pengenaan tarif pada ATM Link bermula saat laba bank BUMN merosot tajam sepanjang tahun 2020 lalu, disamping itu beban biaya operasional masih tinggi seperti sewa gedung sampai gaji karyawan, sedangkan investasi digital butuh modal besar dengan persaingan yang makin ketat.
"Jadi mereka coba cari jalan keluar dengan biaya tambahan ATM untuk tutupi kehilangan penurunan pendapatan dari kredit. Fee based income yang dikejar," tukasnya.
Menurut dia, dalam rangka mencari fee based income seharusnya tidak perlu ada beban tambahan ke nasabah bank-bank milik negara atau Himbara, padahal selama ini nasabah loyal salah satunya karena layanan cek saldo dan tarik tunai tanpa fee di ATM Link.
Selain itu, arah pengembangan sistem pembayaran khususnya bank juga dituntut untuk memberikan efisiensi, sehingga cost bisa ditekan dan ujungnya nasabah diuntungkan.
Lihat Juga :