Erick Thohir Belum Puas Vaksinasi Nasional Jadi yang Tertinggi di ASEAN
Senin, 31 Mei 2021 - 14:32 WIB
Meski tercatat lebih tinggi dibandingkan negara ASEAN. Tapi untuk ranah global, trend vaksinasi di Indonesia masih di bawah China dan Amerika Serikat. Posisi ini membuat pemerintah terus menggalakkan pengadaan vaksin Covid-19 dengan sejumlah produsen farmasi global.
"Apalagi kalau kita lihat perbandingan kita dengan vaksinasi negara besar lain, seperti China, Amerika Serikat, kita masih di bawah. Ini masih terus kita tingkatkan," katanya.
Baca Juga: Kantongi Vaksin Sinopharm Bikin Erick Thohir Pede Ekonomi Tumbuh 4-5% di Akhir 2021
Secara agregat, kapasitas vaksin yang ada di PT Bio Farma (Persero) mencapai 267.600.000 dosis. Jumlah tersebut terdiri dari bulk vaksin Sinovac yang diimpor dari China, vaksin Sinovac jadi, dan hasil produksi Induk Holding BUMN Farmasi tersebut. Angka tersebut meningkat dari target sebelumnya yakni 150 juta per tahun.
Khusus bahan baku vaksin Sinovac yang sudah diterima Bio Farma, hingga 18 Mei 2021 mencapai 65.500.000 dosis. Sementara jumlah yang sudah diproduksi secara bertahap mencapai 48.793.100.
"Apalagi kalau kita lihat perbandingan kita dengan vaksinasi negara besar lain, seperti China, Amerika Serikat, kita masih di bawah. Ini masih terus kita tingkatkan," katanya.
Baca Juga: Kantongi Vaksin Sinopharm Bikin Erick Thohir Pede Ekonomi Tumbuh 4-5% di Akhir 2021
Secara agregat, kapasitas vaksin yang ada di PT Bio Farma (Persero) mencapai 267.600.000 dosis. Jumlah tersebut terdiri dari bulk vaksin Sinovac yang diimpor dari China, vaksin Sinovac jadi, dan hasil produksi Induk Holding BUMN Farmasi tersebut. Angka tersebut meningkat dari target sebelumnya yakni 150 juta per tahun.
Khusus bahan baku vaksin Sinovac yang sudah diterima Bio Farma, hingga 18 Mei 2021 mencapai 65.500.000 dosis. Sementara jumlah yang sudah diproduksi secara bertahap mencapai 48.793.100.
(akr)
Lihat Juga :