Perlu Kolaborasi untuk Capai Target Produksi 1 Juta Barel Minyak

Kamis, 03 Juni 2021 - 20:03 WIB
Di sisi lain, lembaga kajian Wood Mackenzie secara terpisah menyoroti minimnya investasi pada sektor hulu migas dan hal itu akan bertahan pada tahun ini. Head of Upstream Analyst Wood Mackenzie, Fraser McKay, mengatakan investasi hulu migas secara global akan stagnan pada angka USD300 miliar pada 2021.

(Baca Juga : Produksi Minyak RI Diyakini Bakal Bertambah 3.500 Barel Minyak per Hari )

Data Wood Mackenzie menunjukkan iklim investasi migas Indonesia berada di bawah rata-rata global. Skala daya tarik fiskal hulu migas Indonesia hanya mencapai 2,4 (pada skala 0-5). Angka itu berada di bawah rata-rata dunia yang sebesar 3,3. Kendati demikian, dengan adanya tren harga minyak dunia yang membaik pada tahun ini diharapkan dapat mendorong tingkat investasi industri hulu migas. "Tren investasi juga sudah mulai kelihatan membaik, setelah pada 2020 karena pandemi, investasi hulu migas di dunia menurun 30%, dan sekarang ini sudah mulai membaik," tutur Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.

(Baca Juga : BPKH Tegaskan Dana Haji Dikelola dengan Aman di Bank Syariah )
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!