Bahan Baku Industri Halal RI Masih Banyak Diimpor, Wapres Dorong Peran BRIN
Kamis, 03 Juni 2021 - 21:15 WIB
Menurut Wapres, riset dan teknologi menjadi sesuatu yang penting karena bisa menciptakan efisien pada kehalalan bahan bakunya. “Ini menjadi penting untuk mempercepat kemandirian dan memperkuat kapasitas industri halal Indonesia, di samping kehalalannya, bahan bakunya, dan juga teknologinya yang lebih efisien,” jelasnya.
Sebelumnya, Ketua BRIN Laksana Tri Handoko menegaskan bahwa BRIN beserta jajaran akan siap membantu mengembangkan ekonomi syariah nasional. Khususnya dalam hal untuk kebutuhan riset-riset halal. “Intinya kami siap membantu dan mendukung program ekonomi dan keuangan syariah, khususnya produk pangan halal,” ujar Handoko.
Baca juga: Hasil Riset Eaton Sebut Indonesia Pimpin Penggunaan EBT di Asia Pasifik
Sementara Kepala Balai Penelitian dan Teknologi Bahan Alam LIPI, Satriyo Krido Wahono, menambahkan bahwa sejauh ini sudah berfokus melakukan upaya riset halal. Sebagai salah satu contohnya adalah pada bidang pangan, dan akan terus melakukan eksplorasi lebih jauh lagi.
“Sementara ini kami berfokus mengembangkan produk halal pada tiga hal, yaitu riset terkait alat deteksi cepat halal, riset substitusi untuk produk-produk yang masih diragukan kehalalannya, serta mengembangkan produk berbasis laut,” urainya.
Sebelumnya, Ketua BRIN Laksana Tri Handoko menegaskan bahwa BRIN beserta jajaran akan siap membantu mengembangkan ekonomi syariah nasional. Khususnya dalam hal untuk kebutuhan riset-riset halal. “Intinya kami siap membantu dan mendukung program ekonomi dan keuangan syariah, khususnya produk pangan halal,” ujar Handoko.
Baca juga: Hasil Riset Eaton Sebut Indonesia Pimpin Penggunaan EBT di Asia Pasifik
Sementara Kepala Balai Penelitian dan Teknologi Bahan Alam LIPI, Satriyo Krido Wahono, menambahkan bahwa sejauh ini sudah berfokus melakukan upaya riset halal. Sebagai salah satu contohnya adalah pada bidang pangan, dan akan terus melakukan eksplorasi lebih jauh lagi.
“Sementara ini kami berfokus mengembangkan produk halal pada tiga hal, yaitu riset terkait alat deteksi cepat halal, riset substitusi untuk produk-produk yang masih diragukan kehalalannya, serta mengembangkan produk berbasis laut,” urainya.
(ind)
Lihat Juga :