Wow, Potensi Bisnis Bayi Tabung di Indonesia Capai Rp17,5 Triliun per Tahun

Rabu, 09 Juni 2021 - 20:02 WIB
Menurut Ivan, jumlah yang ditangani Morula masih kalah jika dibandingkan dengan sejumlah negara di kawasan ASEAN, seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Makanya Morulla menyatakan bahwa pihaknya memiliki perhatian besar soal ini.

"Ke depannya, kita sangat punya intensi yang besar," tambah Ivan.

Menariknya, meski di Indonesia sudah ada pelayanan kebutuhan bayi tabung, tetap saja ada sebagian warga yang memilih mengikuti program pemilikan bayi itu ke luar negeri, salah satunya ke Malaysia. Alhasil, banyak devisa yang harus keluar dari republik ini.

"Ada sekitar empat ribu pasangan yang berobat ke Malayasia. Kita membayaangkan betapa besarnya devisa yang keluar," jelas Ivan.

Mengutip situs Infertility Aide, sebuah layanan yang sama di Malaysia, tarif program bayi tabung di negeri jiran itu mencapai 18.000 ringgit atau sekitar USD4.372 (Rp62 juta). Jumlah itu belum termasuk obat dan yang lainnya. Ditambah biaya tiket pesawat, akomodasi, dan yang lainnya, tentu angkanya akan semakin membesar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!