Dari Jakarta ke Teluk Bintuni Papua, Begini Perjalanan Vaksinasi Gotong Royong di Timur Indonesia
Senin, 21 Juni 2021 - 20:39 WIB
KFD secara bertahap mendatangkan vaksin Sinopharm untuk kebutuhan total vaksinasi 14.800 pekerja Kilang Tangguh LNG. "Setelah mendukung herd immunity di sektor manufaktur, perbankan, media dan lainnya, kini KFD mendukung kekebalan komunal di sektor migas yang berada di timur Indonesia. Kesehatan dan imunitas pekerja Kilang Tangguh LNG perlu dijaga melalui vaksinasi sehingga dapat menyelesaikan proyek strategis ini sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah," ujar Plt. Direktur Utama KFD Agus Chandra.
Sekadar informasi, Kilang Tangguh LNG yang diperasikan bp Indonesia terdiri atas dua unit dengan kapasitas 7,6 juta ton per tahun (Mtpa) dari Train 1 dan 2. Saat ini tengah berlansung pembangunan Train 3 dengan kapasitas 3,8 Mtpa sehingga total kapasitas Kilang Tangguh LNG akan bertambah menjadi 11,4 Mtpa.
Vice President bp Indonesia, bp Asia Pacific, Hardi Hanafiah mengapresiasi Kimia Farma yang mampu merencanakan, mendistribusi vaksin hingga melaksanakan vaksinasi bagi pekerja di Kilang Tangguh LNG dengan lancar.
Proses Vaksinasi Gotong Royong di Kilang Tangguh LNG memang tak sederhana. Perjalanan vaksin dimulau dari National Distribution Centre (NDC) Kimia Farma di wilayah Pulogadung, Jakarta Timur, sekitar pukul 22.00 WIB pada Jumat (11/6) malam. Sebanyak 41 boks khusus (isolation box) berukuran 50 cm x 70 cm berwarna putih mulai dikeluarkan dari NDC Kimia Farma untuk dibawa ke Bandara International Soekarno Hatta.
Untuk diketahui, isolation box harus dijaga tetap dalam suhu tertentu, 2°-8° Celcius, sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Kesehatan, guna menjaga keamanan dan kualitas vaksin.
Setelah sampai di bandara, 41 isolation box itu dikemas ke dalam bagasi untuk diterbangkan menuju Bandara Pattimura, Ambon. Tiba di Bandara Ambon sekitar pukul 07.10 WIT. Para tenaga keehatan (vaksinator) transit, kemudian pukul 09.30 WIT terbang lagi dengan pesawat ATR menuju Bandara Babo di Teluk Bintuni, Papua Barat. Tiba di Bandara Babo pukul 11.00 WIT dan menggunakan mobil menuju Dermaga Babo sekitar 10 menit.
Sekadar informasi, Kilang Tangguh LNG yang diperasikan bp Indonesia terdiri atas dua unit dengan kapasitas 7,6 juta ton per tahun (Mtpa) dari Train 1 dan 2. Saat ini tengah berlansung pembangunan Train 3 dengan kapasitas 3,8 Mtpa sehingga total kapasitas Kilang Tangguh LNG akan bertambah menjadi 11,4 Mtpa.
Vice President bp Indonesia, bp Asia Pacific, Hardi Hanafiah mengapresiasi Kimia Farma yang mampu merencanakan, mendistribusi vaksin hingga melaksanakan vaksinasi bagi pekerja di Kilang Tangguh LNG dengan lancar.
Proses Vaksinasi Gotong Royong di Kilang Tangguh LNG memang tak sederhana. Perjalanan vaksin dimulau dari National Distribution Centre (NDC) Kimia Farma di wilayah Pulogadung, Jakarta Timur, sekitar pukul 22.00 WIB pada Jumat (11/6) malam. Sebanyak 41 boks khusus (isolation box) berukuran 50 cm x 70 cm berwarna putih mulai dikeluarkan dari NDC Kimia Farma untuk dibawa ke Bandara International Soekarno Hatta.
Untuk diketahui, isolation box harus dijaga tetap dalam suhu tertentu, 2°-8° Celcius, sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Kesehatan, guna menjaga keamanan dan kualitas vaksin.
Setelah sampai di bandara, 41 isolation box itu dikemas ke dalam bagasi untuk diterbangkan menuju Bandara Pattimura, Ambon. Tiba di Bandara Ambon sekitar pukul 07.10 WIT. Para tenaga keehatan (vaksinator) transit, kemudian pukul 09.30 WIT terbang lagi dengan pesawat ATR menuju Bandara Babo di Teluk Bintuni, Papua Barat. Tiba di Bandara Babo pukul 11.00 WIT dan menggunakan mobil menuju Dermaga Babo sekitar 10 menit.
Lihat Juga :