Indonesia dan Negara-negara Asia Harus Jinakkan Covid Sebelum Fed Naikkan Suku Bunga, Kalau Tidak...
Selasa, 22 Juni 2021 - 14:19 WIB
Menaikkan suku bunga dapat membantu negara-negara mencegah terlalu banyak modal keluar meninggalkan ekonomi mereka. Namun, menaikkan suku bunga terlalu cepat juga meningkatkan risiko perlambatan ekonomi di negara tersebut.
"Karena itu, negara-negara Asia harus segera mengendalikan Covid sehingga begitu Federal Reserve mulai menaikkan suku bunga, ekonomi di negaranya sudah berada dalam posisi yang baik dan dapat mengelola transisi juga," ujar Cochrane, seperti dikutip dari CNBC, Selasa (22/6/2021).
Cochrane memperkirakan bahwa bank sentral AS mungkin menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sekali setiap kuartal mulai tahun 2023. Apa yang disebut dot plot dari ekspektasi anggota Fed individu menunjuk ke dua kenaikan tahun itu.
Banyak ekonomi di Asia termasuk Jepang, Taiwan dan Malaysia dalam beberapa bulan terakhir mengalami lonjakan baru dalam kasus Covid - yang memaksa pihak berwenang untuk memberlakukan langkah-langkah penjarakan sosial yang lebih ketat. Gelombang infeksi baru datang ketika ada kemajuan vaksinasi di wilayah tersebut, yang relatif tertinggal jika dibandingkan AS dan Eropa.
Baca Juga: Covid-19 Mengganas, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Batal Capai 8%
"Karena itu, negara-negara Asia harus segera mengendalikan Covid sehingga begitu Federal Reserve mulai menaikkan suku bunga, ekonomi di negaranya sudah berada dalam posisi yang baik dan dapat mengelola transisi juga," ujar Cochrane, seperti dikutip dari CNBC, Selasa (22/6/2021).
Cochrane memperkirakan bahwa bank sentral AS mungkin menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sekali setiap kuartal mulai tahun 2023. Apa yang disebut dot plot dari ekspektasi anggota Fed individu menunjuk ke dua kenaikan tahun itu.
Banyak ekonomi di Asia termasuk Jepang, Taiwan dan Malaysia dalam beberapa bulan terakhir mengalami lonjakan baru dalam kasus Covid - yang memaksa pihak berwenang untuk memberlakukan langkah-langkah penjarakan sosial yang lebih ketat. Gelombang infeksi baru datang ketika ada kemajuan vaksinasi di wilayah tersebut, yang relatif tertinggal jika dibandingkan AS dan Eropa.
Baca Juga: Covid-19 Mengganas, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Batal Capai 8%
Lihat Juga :