Pemerintah Dorong Hilirisasi Minerba untuk Topang Industri Nasional

Rabu, 23 Juni 2021 - 16:13 WIB
Menteri ESDM Arifin Tasrif. Foto/Dok SINDOnews/Yulianto
JAKARTA - Pemerintah memastikan hilirisasi sektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba ) terus berjalan sesuai rencana sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah.

"Pemerintah memastikan peningkatan nilai tambah sehingga mineral dan batubara tidak hanya menjadi komoditas penerimaan negara saja, tetapi juga sebagai suplai dalam mengembangkan industri dalam negeri," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pada pembukaan International Seminar On Mineral and Coal Technology (ISMCT) 2021, Rabu (23/6/2021).



Dia menegaskan, mineral dan batu bara masih memegang peran penting dalam menggerakkan perekonomian nasional. Salah satu prioritas hilirisasi mineral yang sedang didorong adalah tanah jarang (rare earth) dan nikel.

baca juga: GeNose Diperbanyak di Stasiun dan Bandara, Epidemiolog Pertanyakan Evaluasi dan Akurasinya

Nantinya, pengembangan nikel akan diselaraskan dengan rencana pemerintah mendorong penggunaan mobil listrik dan ditargetkan menjadi negara pemasok baterai Electric Vehicle (EV) pada tahun 2025. "Pembentukan Indonesian Battery Corporation merupakan entitas rantai pasok produksi baterai dari hulu ke hilir atau produk akhir baterai," sebutnya.

Sementara untuk pemanfaatan unsur tanah jarang dapat menyokong komponen turbin angin, kendaraan listrik, dan lampu neon hemat energi. Pemerintah telah menargetkan pembangunan 53 smelter pada 2024. Saat ini telah dibangun 19 smelter dan sebagian besar digunakan untuk pengolahan nikel (13 fasilitas), disusul bauksit dan tembaga.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!