Sering Ditolak Bank, Pengusaha Garam di Bali Ini Berhasil Tembus Pasar Ekspor
Selasa, 29 Juni 2021 - 11:37 WIB
Selain itu, modal usaha yang diberikan oleh Pertamina dipergunakan untuk membuat rumah kaca tempat produksi garam. Sebelumnya, dengan 1 rumah kaca yang sudah ada, dia mampu memproduksi 2-3 ton garam tiap bulan. Saat ini, dengan 2 rumah kaca, produksinya meningkat 2 kali lipat menjadi 4-6 ton garam/ bulan.
“Dahulu kami berusaha pinjam modal ke bank namun kerap ditolak dan dibilang untuk apa produksi garam pinjam ratusan juta. Akhirnya dapat bantuan dari Pertamina, dan usaha saya berkembang sekarang pihak bank yang kejar menawarkan pinjaman. Di sinilah upaya saya dalam menyelamatkan garam rakyat yang terlupakan,” papar Wilas.
Mendapat penjelasan tersebut, Vice President CSR and SMEPP Management Pertamina, Arya Dwi Paramita yang turun langsung kelapangan merasa bangga dengan usaha yang dijalani Wilas. Menurutnya, usaha tersebut dapat menyelamatkan hasil garam rakyat yang banyak tergeser garam impor agar bisa berjaya kembali.
“Beragam jenis garam dengan kualitas yang prima dihasilkan di Natural Bali Kulkul ini. Tujuan Ibu Wilas yaitu membangun pertumbuhan ekonomi masyarakat, tidak hanya perekonomian untuk diri sendiri tapi juga lingkungan sekitarnya. Usaha seperti inilah yang harus senantiasa kita dukung,” tutur Arya.
Baca Juga: RI Pengen Tiru Singapura Damai dengan Covid? Hih Serem.. Ini Risikonya!
“Dahulu kami berusaha pinjam modal ke bank namun kerap ditolak dan dibilang untuk apa produksi garam pinjam ratusan juta. Akhirnya dapat bantuan dari Pertamina, dan usaha saya berkembang sekarang pihak bank yang kejar menawarkan pinjaman. Di sinilah upaya saya dalam menyelamatkan garam rakyat yang terlupakan,” papar Wilas.
Mendapat penjelasan tersebut, Vice President CSR and SMEPP Management Pertamina, Arya Dwi Paramita yang turun langsung kelapangan merasa bangga dengan usaha yang dijalani Wilas. Menurutnya, usaha tersebut dapat menyelamatkan hasil garam rakyat yang banyak tergeser garam impor agar bisa berjaya kembali.
“Beragam jenis garam dengan kualitas yang prima dihasilkan di Natural Bali Kulkul ini. Tujuan Ibu Wilas yaitu membangun pertumbuhan ekonomi masyarakat, tidak hanya perekonomian untuk diri sendiri tapi juga lingkungan sekitarnya. Usaha seperti inilah yang harus senantiasa kita dukung,” tutur Arya.
Baca Juga: RI Pengen Tiru Singapura Damai dengan Covid? Hih Serem.. Ini Risikonya!
Lihat Juga :