BPS: Deflasi Juni Cetak Rekor Tertinggi Perdana di 2021
Kamis, 01 Juli 2021 - 11:56 WIB
Dia menjelaskan kelompok utama penyebab deflasi yaitu makanan, minuman, dan tembakau serta transportasi. Deflasi utamanya disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,71 persen dengan. Deflasi kelompok ini terjadi karena penurunan harga untuk komoditas cabai merah, daging ayam ras, cabai rawit, dan bawang merah. "Ada juga yang naik yaitu telur ayam ras dan bayam," jelasnya.
Dia menjelaskan terdapat 56 kota mengalami deflasi dan 34 kota mengalami inflasi. Rinciannya, deflasi tertinggi di Kupang dan terendah di daerah Palembang. "Kupang mengalami deflasi 0,89% dan terendah di Palembang 0,01%. Deflasi tertinggi di Kupang karena penurunan harga kangkung dan tarif angkutan udara," katanya.
Baca Juga: Harga Pangan Turun, Juni Diprediksi Terjadi Deflasi 0,08%
Sedangkan inflasi tertinggi pada Singkawang sebesar 1,36% dan terendah di Pekanbaru dan Tanjung Selor sebesar 0,01%. "Inflasi terjadi karena kenaikan harga daging babi, lalukenaikan tahu mentah," imbuhnya.
Dia menjelaskan terdapat 56 kota mengalami deflasi dan 34 kota mengalami inflasi. Rinciannya, deflasi tertinggi di Kupang dan terendah di daerah Palembang. "Kupang mengalami deflasi 0,89% dan terendah di Palembang 0,01%. Deflasi tertinggi di Kupang karena penurunan harga kangkung dan tarif angkutan udara," katanya.
Baca Juga: Harga Pangan Turun, Juni Diprediksi Terjadi Deflasi 0,08%
Sedangkan inflasi tertinggi pada Singkawang sebesar 1,36% dan terendah di Pekanbaru dan Tanjung Selor sebesar 0,01%. "Inflasi terjadi karena kenaikan harga daging babi, lalukenaikan tahu mentah," imbuhnya.
(nng)
Lihat Juga :