Kantor Cabang Ramping & Punya Digital Banking MotionBanking, Teddy Tee: BABP Terdepan, Gesit & Efisien
Senin, 05 Juli 2021 - 16:25 WIB
Berdasarkan data OJK, total kantor cabang bank umum per April 2021 tercatat sebanyak 29.780 unit, turun 1.232 kantor dari periode sama tahun lalu. Bank perkreditan rakyat juga (BPR) tercatat memiliki 5.880 kantor, atau telah tutup 61 kantor cabang dari periode sama tahun lalu.
Terbaru, terkait dengan gebrakan digitalnya, BABP telah menandatangani kerja sama strategis dengan Atome Financial untuk memperluas jangkauan layanan keuangan digital untuk masyarakat Indonesia.
Kemitraan dengan Atome Financial dan afiliasinya mencakup penyaluran pinjaman digital dengan Kredit Pintar, produk “buy now pay later” melalui Atome, credit scoring berbasis AI, dan penjaminan emisi (underwriting) untuk proses pinjam-meminjam yang aman dan terjaga.
Selain meningkatkan jumlah pengguna MotionBanking, Kredit Pintar dan Atome, kerja sama ini akan menawarkan kenyamanan ekstra melalui layanan perbankan digital yang sederhana dan mudah.
Sebelumnya, berkembangnya bank digital dinilai OJK semakin memacu pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air. Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar se-Asia Tenggara.
"Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan ekonomi digital nomor satu di Asia Tenggara di tahun 2025. Dengan kontribusi transaksi digital USD124 miliar atau Rp1.736 triliun," ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso.
Terbaru, terkait dengan gebrakan digitalnya, BABP telah menandatangani kerja sama strategis dengan Atome Financial untuk memperluas jangkauan layanan keuangan digital untuk masyarakat Indonesia.
Kemitraan dengan Atome Financial dan afiliasinya mencakup penyaluran pinjaman digital dengan Kredit Pintar, produk “buy now pay later” melalui Atome, credit scoring berbasis AI, dan penjaminan emisi (underwriting) untuk proses pinjam-meminjam yang aman dan terjaga.
Selain meningkatkan jumlah pengguna MotionBanking, Kredit Pintar dan Atome, kerja sama ini akan menawarkan kenyamanan ekstra melalui layanan perbankan digital yang sederhana dan mudah.
Sebelumnya, berkembangnya bank digital dinilai OJK semakin memacu pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air. Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar se-Asia Tenggara.
"Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan ekonomi digital nomor satu di Asia Tenggara di tahun 2025. Dengan kontribusi transaksi digital USD124 miliar atau Rp1.736 triliun," ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso.
Lihat Juga :