Menunggu Data Ekonomi AS, IHSG Masih Berpeluang Menguat
Senin, 12 Juli 2021 - 10:31 WIB
Namun, sambung Robertus, jika dilihat dari segi domestik, kekuatan investor untuk menopang pergerakan IHSG masih dipertanyakan. “Kita juga masih melihat ya dari dalam negeri sendiri, apakah cukup kuat para investor untuk menopang pergerakan positif lebih lanjut lagi. Kalau dari global memang kita masih melihat adanya optimisme bahwa vaksinasi yang dipercepat oleh beberapa negara terutama Amerika itu juga bisa mengembalikan kepercayaan investor lebih lanjut,” tuturnya.
Baca juga: Vaksinasi Gotong Royong Menuai Kritik, Ini Penjelasan Kemenkes
Sementara itu, dia menjelaskan, posisi 6.050-6.100 masih menjadi level resistance yang akan diuji IHSG pada pekan ini. Pasalnya, market masih menantikan beberapa data ekonomi seperti inflasi di Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan masih mengalami peningkatan.
“Inflasi di Amerika secara tahunan (year on year/yoy) diperkirakan masih mengalami peningkatan 4,9% atau 4,8% yoy di bulan Juni. Tentu ini kalau masih tetap tinggi dan juga membuat The Fed masih akan tetap hawkish. Hal tersebut tentu tidak cukup bagus untuk market, tapi kita buktikan saja data inflasinya seperti apa dan juga tidak kalah penting kebijakan moneter,” paparnya.
Baca juga: Vaksinasi Gotong Royong Menuai Kritik, Ini Penjelasan Kemenkes
Sementara itu, dia menjelaskan, posisi 6.050-6.100 masih menjadi level resistance yang akan diuji IHSG pada pekan ini. Pasalnya, market masih menantikan beberapa data ekonomi seperti inflasi di Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan masih mengalami peningkatan.
“Inflasi di Amerika secara tahunan (year on year/yoy) diperkirakan masih mengalami peningkatan 4,9% atau 4,8% yoy di bulan Juni. Tentu ini kalau masih tetap tinggi dan juga membuat The Fed masih akan tetap hawkish. Hal tersebut tentu tidak cukup bagus untuk market, tapi kita buktikan saja data inflasinya seperti apa dan juga tidak kalah penting kebijakan moneter,” paparnya.
(ind)
Lihat Juga :