Soal Pasokan Oksigen, Luhut Bilang Akhir Minggu Ini Mestinya Tidak Ada Masalah
Senin, 12 Juli 2021 - 16:42 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Maritim dan Investasi (Marinvest) Luhut Binsar Pandjaitan menyakini, ke depannya soal pasokan oksigen tidak akan ada lagi masalah. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Maritim dan Investasi (Marinvest) Luhut Binsar Pandjaitan menyakini, ke depannya soal pasokan oksigen tidak akan ada lagi masalah. Seperti diketahui sempat terjadi kelangkaan oksigen untuk penanganan covid-19 karena permintaan yang tinggi.
“Tapi sekarang ditata sudah makin baik oleh Kemenkes (Kementerian Kesehatan) dan juga saya kira dibantu oleh PUPR, BUMN. Sehingga ini saya kira dalam minggu ini akhir, mestinya tidak terlalu ada masalah,” kata Menko Luhut dalam konferensi persnya seusai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (12/7/2021).
Baca Juga: Hindari Kelangkaan dan Kelaparan, Luhut Sebut Pemerintah Terus Pasok Oksigen dan Beras
Untuk menambah ketersediaan oksigen, Luhut memaparkan, bahwa saat ini pemerintah sedang memproses impor sebanyak 40.000 ton oksigen liquid. Dia menerangkan, pemerintah mengimpor banyak untuk mengantisipasi jika kebutuhan kembali melonjak.
“Sementara itu kita proses impor 40.000 ton oksigen liquid, untuk kita gunakan ke depan ini. Kita berjaga-jaga. Walau kita sebenarnya tidak butuh sebanyak itu," ungkapnya.
"Tapi kalau melihat tren dunia, perkembangan di Amerika, di Inggris, dimana trennya sekarang meningkat tajam. Kita lebih bagus berjaga-jaga sehingga kita tidak caught by surprise,” jelasnya.
“Tapi sekarang ditata sudah makin baik oleh Kemenkes (Kementerian Kesehatan) dan juga saya kira dibantu oleh PUPR, BUMN. Sehingga ini saya kira dalam minggu ini akhir, mestinya tidak terlalu ada masalah,” kata Menko Luhut dalam konferensi persnya seusai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (12/7/2021).
Baca Juga: Hindari Kelangkaan dan Kelaparan, Luhut Sebut Pemerintah Terus Pasok Oksigen dan Beras
Untuk menambah ketersediaan oksigen, Luhut memaparkan, bahwa saat ini pemerintah sedang memproses impor sebanyak 40.000 ton oksigen liquid. Dia menerangkan, pemerintah mengimpor banyak untuk mengantisipasi jika kebutuhan kembali melonjak.
“Sementara itu kita proses impor 40.000 ton oksigen liquid, untuk kita gunakan ke depan ini. Kita berjaga-jaga. Walau kita sebenarnya tidak butuh sebanyak itu," ungkapnya.
"Tapi kalau melihat tren dunia, perkembangan di Amerika, di Inggris, dimana trennya sekarang meningkat tajam. Kita lebih bagus berjaga-jaga sehingga kita tidak caught by surprise,” jelasnya.
Lihat Juga :