Hindari Kelangkaan dan Kelaparan, Luhut Sebut Pemerintah Terus Pasok Oksigen dan Beras
Senin, 12 Juli 2021 - 15:15 WIB
loading...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sekaligus Koordinator PPKM darurat Jawa Bali mengatakan, pemerintah terus memasok oksigen untuk kebutuhan pasien Covid-19 di Indonesia yang terus meningkat. Luhut mengaku pemerintah saat ini telah menunggu sebanyak 40 ribu ton impor oksigen liquid dan 50 ribu tabung oksigen konsentrator dari luar negeri.
Baca juga:Bripda Fajar Astuti, Anak Petani Cabai yang Kini Menjadi Pasukan Pengamanan PBB
“Pemerintah sudah memesan dan menunggu sebanyak 40 ribu ton impor oksigen liquid untuk digunakan ke depan dan untuk berjaga-jaga. Juga akan impor oksigen konsentrator sehingga penggunaan oksigen liquid 50 ribu tabung. Sekarang mungkin kita sudah punya beberapa, mungkin 10 ribu,” kata Luhut.
Dirinya mengaku akan membagikan oksigen tersebut untuk digunakan dalam penanganan kasus Covid-19 yang ringan.
“Mungkin nanti akan kami pinjamkan dan bisa dipakai di rumah-rumah. Nanti kalau sudah selesai dikembalikan. Itu bisa lima Liter, jadi itu bisa digunakan selama lima hari. Saya kira kalau sudah selesai bisa dibagikan ke rumah sakit-rumah sakit di Indonesia,” paparnya.
Baca juga:Bripda Fajar Astuti, Anak Petani Cabai yang Kini Menjadi Pasukan Pengamanan PBB
“Pemerintah sudah memesan dan menunggu sebanyak 40 ribu ton impor oksigen liquid untuk digunakan ke depan dan untuk berjaga-jaga. Juga akan impor oksigen konsentrator sehingga penggunaan oksigen liquid 50 ribu tabung. Sekarang mungkin kita sudah punya beberapa, mungkin 10 ribu,” kata Luhut.
Dirinya mengaku akan membagikan oksigen tersebut untuk digunakan dalam penanganan kasus Covid-19 yang ringan.
“Mungkin nanti akan kami pinjamkan dan bisa dipakai di rumah-rumah. Nanti kalau sudah selesai dikembalikan. Itu bisa lima Liter, jadi itu bisa digunakan selama lima hari. Saya kira kalau sudah selesai bisa dibagikan ke rumah sakit-rumah sakit di Indonesia,” paparnya.
Lihat Juga :