Pasar Coding di Indonesia Masih Menjanjikan

Senin, 12 Juli 2021 - 13:33 WIB
FOTO/IST
JAKARTA - Ketimpangan SDM terutama di sektor digital masih menjadi isu yang belum terpecahkan. Dalam sebuah survei dilaporkan, lebih dari separuh perusahaan di Indonesia kesulitan mempekerjakan kandidat yang tepat untuk membantu mereka mengembangkan bisnisnya. Meski faktanya, Indonesia memiliki jumlah angkatan kerja produktif sekitar 2 juta orang setiap tahun yang memasuki pasar kerja.

Khusus di sektor teknologi yang berkembang pesat, data Kemendikbudristek menyatakan, Indonesia kekurangan 9 juta pekerja teknologi hingga 2030 mendatang. Artinya Indonesia memerlukan sekitar 600 ribu SDM digital yang memasuki pasar setiap tahunnya. Jika dibedah lagi, Indonesia masih kekurangan SDM dengan keterampilan coding baik itu programmer, desain grafis, ahli bahasa dan profesi lain terkait keterampilan coding.



Baca Juga: Traveloka Gelar Vaksinasi Covid-19 di Bandara Soetta? Cek Jadwalnya

Di Indonesia meski coding belum menjadi mata pelajaran wajib untuk siswa di sekolah, pemerintah mulai mengadakan sekolah coding gratis. Sebut saja program Coding Mum dari Kemenparekraf, ataupun program–program pengkodingan lainnya yang diselenggarakan Kemnedikbudristek dengan pihak swasta dalam kampus merdeka belajar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!