Covid Bikin Tenaga Kerja Kelimpungan, Vaksinasi Harus Cepat dan Masif

Rabu, 14 Juli 2021 - 11:25 WIB
Mantan Bos Inter Milan itu menilai, langkah untuk menahan laju penyebaran virus adalah dengan memasifkan vaksinasi nasional. Saat ini jumlah kematian akibat Covid-19 mencapai 60.000 orang.

Oleh karena itu, imbuhnya, pemerintah mempercepat vaksinasi nasional dengan menggandeng sejumlah pihak, termasuk anggota Holding BUMN Farmasi, PT Kimia Farma Tbk. Kondisi tersebut sekaligus menjadi alasan pemerintah memperluas cakupan vaksinasi gotong royong individu atau mandiri alias berbayar. "Kekurangan nakes, (kasus) harian Delta yang tingkat penularannya cepat, dan tadi banyak yang meninggal, masak kita berdiam diri?" tukasnya.

Baca juga: Sudah Masuk RI, 3 Juta Vaksin Moderna Diprioritaskan untuk Nakes

Tak terbatas pada perusahaan farmasi pelat merah, pemerintah pun berencana menggandeng perusahaan swasta dan asosiasi seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) untuk ambil bagian dalam pelaksanaan vaksinasi nasional.

"Kita kemarin sama Kadin (Kamar Dagang dan Industri), sekarang bisa aja kita bekerja sama dengan Hipmi atau asosiasi industri mebel, kan tadi jaringan klinik Kimia Farma yang punya BUMN banyak. Jadi, bukan berarti sekonyong-konyong kita melakukan ini, percepatan vaksinasi harus dilakukan," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!