Impor Tinggi, Neraca Dagang Diramal Masih Bisa Surplus Tipis
Kamis, 15 Juli 2021 - 07:27 WIB
Baca Juga: Sri Mulyani Bebaskan Pajak Impor Oksigen, Obat Covid-19 hingga Masker
Secara bulanan, baik ekspor maupun impor mengalami peningkatan, didorong oleh seasonal factor yakni normalisasi aktivitas perdagangan pasca Lebaran. Dari sisi ekspor, peningkatan ekspor cenderung tertahan akibat menurunnya aktivitas manufaktur dari negara mitra dagang utama Indonesia, seperti India dan Tiongkok, yang masing-masing turun ke level 48,1 dan 51,3.
"Tertahannya ekspor juga disebabkan oleh tren penurunan harga CPO bulan Juni, yang secara rerata turun sebesar 12%mtm. Pertumbuhan ekspor secara bulanan sebesar 7,4%mtm atau sebesar 48,45%yoy secara tahunan," tandasnya.
Secara bulanan, baik ekspor maupun impor mengalami peningkatan, didorong oleh seasonal factor yakni normalisasi aktivitas perdagangan pasca Lebaran. Dari sisi ekspor, peningkatan ekspor cenderung tertahan akibat menurunnya aktivitas manufaktur dari negara mitra dagang utama Indonesia, seperti India dan Tiongkok, yang masing-masing turun ke level 48,1 dan 51,3.
"Tertahannya ekspor juga disebabkan oleh tren penurunan harga CPO bulan Juni, yang secara rerata turun sebesar 12%mtm. Pertumbuhan ekspor secara bulanan sebesar 7,4%mtm atau sebesar 48,45%yoy secara tahunan," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :