MotionBanking-Visa Siap Pimpin Pasar dengan Kartu Kredit Virtual Pertama di Indonesia
Kamis, 15 Juli 2021 - 21:31 WIB
MotionVisa terkoneksi langsung dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), sehingga menghasilkan persetujuan instan dan keputusan kredit yang jauh lebih cepat. MotionVisa dilekatkan pada aplikasi MotionBanking, layanan perbankan digital dari BABP melalui fitur “apply credit card".
Fitur ini menghadirkan proses pengajuan kartu kredit yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan cara konvensional, dimana hal ini menjadi yang pertama di Indonesia. Ini merupakan wujud komitmen MotionBanking dalam mengutamakan kemudahan dan kenyamanan bagi para penggunanya.
Langsung setelah disetujui, nasabah dapat menggunakan MotionVisa untuk berbagai transaksi online. Selain dapat menghindari kerumunan, berbelanja online dapat meminimalkan transaksi secara tunai, sehingga lebih praktis, aman dan nyaman.
Berdasarkan survei Sosial Demografi Dampak COVID-19 dari Badan Pusat Statistik (BPS), 9 dari 10 responden berbelanja online. Pemegang juga diberi kebebasan untuk mengajukan kartunya dalam bentuk fisik melalui aplikasi.
"Secara efektif, kita bisa menjangkau semua orang di Indonesia. Dengan virtual, dengan digital, kita bisa menjangkau masyarakat yang belum memiliki rekening, dan yang tidak memiliki akses ke layanan jasa keuangan," ungkap Hary.
Dia menjelaskan, layanan bank digital bisa menjangkau masyarakat yang selama ini tidak terjangkau bank konvensional dan memiliki keterbatasan jumlah fisik kantor cabang.
Tareq Muhmood, Group Country Manager Regional Southeast Asia Visa Worldwide Pte Limited sangat bersemangat untuk menyukseskan bisnis digital payment MotionBanking.
Fitur ini menghadirkan proses pengajuan kartu kredit yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan cara konvensional, dimana hal ini menjadi yang pertama di Indonesia. Ini merupakan wujud komitmen MotionBanking dalam mengutamakan kemudahan dan kenyamanan bagi para penggunanya.
Langsung setelah disetujui, nasabah dapat menggunakan MotionVisa untuk berbagai transaksi online. Selain dapat menghindari kerumunan, berbelanja online dapat meminimalkan transaksi secara tunai, sehingga lebih praktis, aman dan nyaman.
Berdasarkan survei Sosial Demografi Dampak COVID-19 dari Badan Pusat Statistik (BPS), 9 dari 10 responden berbelanja online. Pemegang juga diberi kebebasan untuk mengajukan kartunya dalam bentuk fisik melalui aplikasi.
"Secara efektif, kita bisa menjangkau semua orang di Indonesia. Dengan virtual, dengan digital, kita bisa menjangkau masyarakat yang belum memiliki rekening, dan yang tidak memiliki akses ke layanan jasa keuangan," ungkap Hary.
Dia menjelaskan, layanan bank digital bisa menjangkau masyarakat yang selama ini tidak terjangkau bank konvensional dan memiliki keterbatasan jumlah fisik kantor cabang.
Tareq Muhmood, Group Country Manager Regional Southeast Asia Visa Worldwide Pte Limited sangat bersemangat untuk menyukseskan bisnis digital payment MotionBanking.
Lihat Juga :