Genjot Produktivitas Pangan, Kementan Gelar Pelatihan Sejuta Petani

Jum'at, 16 Juli 2021 - 08:28 WIB
Hasilnya, produktivitas semula 2,6 ton naik ke 3 ton didukung pembangunan irigasi, produksi padi pun naik ke 3,5 ton per hektare ditunjang pembangunan pabrik pupuk sehingga menjelma menjadi negara swasembada beras.

“Tentunya, saat ini kegiatan Bimas dan Inmas akan lebih mudah karena dukungan teknologi informasi dan mekanisasi pertanian. Sekarang ada AWR (Agriculture War Room) dan hampir semua petani dan penyuluh punya smartphone Android jadi lebih mudah,” kata Dedi.

Dia menambahkan kalau pertanian ingin bangkit maka penyuluhan, pelatihan dan pendidikan harus digenjot maksimal. “Saat ini kita punya AOR, punya ruang virtual, Kostratani bahkan perangkat Android. Fasilitas sekarang lebih canggih daripada sebelumnya,” katanya.

Leli Nuryati mengajak petani dan penyuluh mendaftar secara online untuk mendapat pengetahuan mendasar seperti kesuburan tanah. Petani dan penyuluh dapat mengikuti pelatihan di BPP masing-masing melalui tiga gelombang. Posluhdes, Saung Tani, bahkan P4S diharap bisa mendukung kegiatan pelatihan.

Roby Darmawan menambahkan petani dan penyuluh mendaftar pada latihanonline.pertanian.go.id/registrasi/ dan petani latihanonline.pertanian.go.id/registrasi/petani. Pendaftaran menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sudah terdaftar di aplikasi Simluhtan.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!