Mata Uang Garuda Diprediksi Melemah pada Perdagangan Lusa
Senin, 19 Juli 2021 - 18:54 WIB
Terkait tingginya angka kasus harian Covid-19 di Tanah Air, akselerasi program vaksinasi dan penguatan kapasitas pengujian, pelacakan dan perawatan diharapkan dapat membantu melandaikan kasus harian, serta menekan kasus aktif Covid-19.
Baca juga:Seperti Kiamat, Ini Dampak Mengerikan Jika Jarak Bulan Lebih Dekat ke Bumi
Sementara itu, untuk menghadapi dampak dari PPKM darurat, pemerintah dapat melakukan beberapa upaya. “Pergersan (refocusing) anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN), perpanjangan penyaluran bantuan sosial tunai (BST), perpanjangan stimulus listrik, percepatan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT), serta percepatan penyaluran bantuan program keluarga harapan (PKH) dan kartu sembako,” sebutnya.
Sedangkan untuk perdagangan hari mendatang, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.500-Rp14.540.
Baca juga:Seperti Kiamat, Ini Dampak Mengerikan Jika Jarak Bulan Lebih Dekat ke Bumi
Sementara itu, untuk menghadapi dampak dari PPKM darurat, pemerintah dapat melakukan beberapa upaya. “Pergersan (refocusing) anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN), perpanjangan penyaluran bantuan sosial tunai (BST), perpanjangan stimulus listrik, percepatan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT), serta percepatan penyaluran bantuan program keluarga harapan (PKH) dan kartu sembako,” sebutnya.
Sedangkan untuk perdagangan hari mendatang, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.500-Rp14.540.
(uka)
Lihat Juga :