Semester I-2021, ICDX Catatkan Transaksi Multilateral Rp126 Triliun
Kamis, 22 Juli 2021 - 23:35 WIB
"Dengan bentang alam yang luas dan sumber daya alam yang menjadikannya sebagai salah satu paru-paru dunia, Indonesia berpotensi besar menjadi produsen karbon utama. Melihat kepentingan tinggi akan upaya penanggulangan pemanasan global, kredit karbon dapat menjadi komoditas yang sangat strategis dan berkelanjutan," ungkapnya.
Baca juga:Keutamaan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Yuk Amalkan
CEO ICDX Lamon Rutten mengatakan, secara global, ribuan perusahaan telah berkomitmen untuk netral terhadap produksi karbon pada tahun 2050. Hal ini sejalan dengan Perjanjian Paris 2015.
Dalam kebanyakan kasus, perusahaan-perusahaan ini tidak dapat mengubah solusi teknologi mereka sedemikian rupa sehingga mereka tidak lagi memancarkan gas rumah kaca. Sebaliknya, mereka harus membeli kredit karbon di pasar untuk mengimbangi sisa emisi gas rumah kaca mereka.
"Penyeimbangan karbon dihasilkan baik oleh perusahaan yang mengurangi emisi karbon di bawah garis dasar yang disepakati, atau oleh perusahaan yang menangkap karbon dari atmosfer, misalnya melalui proyek kehutanan," jelasnya.
Baca juga:Keutamaan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Yuk Amalkan
CEO ICDX Lamon Rutten mengatakan, secara global, ribuan perusahaan telah berkomitmen untuk netral terhadap produksi karbon pada tahun 2050. Hal ini sejalan dengan Perjanjian Paris 2015.
Dalam kebanyakan kasus, perusahaan-perusahaan ini tidak dapat mengubah solusi teknologi mereka sedemikian rupa sehingga mereka tidak lagi memancarkan gas rumah kaca. Sebaliknya, mereka harus membeli kredit karbon di pasar untuk mengimbangi sisa emisi gas rumah kaca mereka.
"Penyeimbangan karbon dihasilkan baik oleh perusahaan yang mengurangi emisi karbon di bawah garis dasar yang disepakati, atau oleh perusahaan yang menangkap karbon dari atmosfer, misalnya melalui proyek kehutanan," jelasnya.
(uka)
Lihat Juga :