Gasifikasi Jadi Tumpuan Bisnis Baru Perusahaan Batu Bara
Senin, 26 Juli 2021 - 11:42 WIB
Sebelumnya, pada diskusi virtual "Buka-Bukaan" bertema "Bukit Asam Melirik Bisnis Energi Terbarukan", Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Suryo Eko Hadianto menegaskan, proyek gasifikasi menjadi kebutuhan utama bagi perusahaan tersebut. "Gasifikasi ini akan menjadi salah satu pilar bisnis (perusahaan) ke depan," kata Suryo pada diskusi yang diselenggarakan via Instagram Live Kementerian ESDM, Jumat (23/7).
Meski PTBA masih menguasai cadangan batu bara lebih dari 3 miliar ton dan mampu digunakan hingga 100 tahun medatang dengan rata-rata produksi 30 juta ton per tahun, Suryo meyakini pemenuhan kebutuhan energi saat itu tak lagi bersandar pada batu bara. "Seratus tahun yang akan datang, batu bara akan ditinggalkan. Maka harus kami berdayakan secepatnya, salah satu terobosannya adalah gasifikasi batu bara," jelasnya.
Gasifikasi sendiri, sambung Suryo, akan jadi produk turunan dari batu bara (coal derivative). "Proses gasifikasi PTBA adalah mengubah batu bara menjadi Dymethil Ether (DME) yang fungsinya menjadi pengganti LPG," kata dia.
Baca juga: PPKM Level 4 Dilanjut, Cek Syarat Perjalanan KA Jarak Jauh dan KA Lokal
Dalam catatan Suryo, Indonesia masih mengimpor LPG sekitar 7 hingga 8 juta ton per tahun. Untuk itu, proyek gasifikasi diharapkan mampu menjawab kemandirian energi. "Apa yang sudah dilakukan PTBA (gasifikasi) sejalan dengan program Presiden Jokowi dalam mengurangi impor," tandasnya.
Meski PTBA masih menguasai cadangan batu bara lebih dari 3 miliar ton dan mampu digunakan hingga 100 tahun medatang dengan rata-rata produksi 30 juta ton per tahun, Suryo meyakini pemenuhan kebutuhan energi saat itu tak lagi bersandar pada batu bara. "Seratus tahun yang akan datang, batu bara akan ditinggalkan. Maka harus kami berdayakan secepatnya, salah satu terobosannya adalah gasifikasi batu bara," jelasnya.
Gasifikasi sendiri, sambung Suryo, akan jadi produk turunan dari batu bara (coal derivative). "Proses gasifikasi PTBA adalah mengubah batu bara menjadi Dymethil Ether (DME) yang fungsinya menjadi pengganti LPG," kata dia.
Baca juga: PPKM Level 4 Dilanjut, Cek Syarat Perjalanan KA Jarak Jauh dan KA Lokal
Dalam catatan Suryo, Indonesia masih mengimpor LPG sekitar 7 hingga 8 juta ton per tahun. Untuk itu, proyek gasifikasi diharapkan mampu menjawab kemandirian energi. "Apa yang sudah dilakukan PTBA (gasifikasi) sejalan dengan program Presiden Jokowi dalam mengurangi impor," tandasnya.
Lihat Juga :