Pengakuan Erick Thohir: BUMN Farmasi Belum Bisa Produksi Jenis Obat Ini
Kamis, 29 Juli 2021 - 19:23 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengakui, ada jenis obat tertentu yang belum bisa diproduksi oleh Holding BUMN Farmasi. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mencatat, ada sejumlah jenis obat anti parasit yang belum bisa diproduksi Holding BUMN Farmasi . Obat yang dimaksud dua di antaranya Actemra dan Gamaras. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam negeri, kedua jenis obat terapi tersebut tetap di impor pemerintah.
"Jadi memang, ada juga obat-obatan yang tentu belum bisa kita buat hari ini. Yang tentu mereknya ada Actemra, gamaras. Itu kita belum bisa, itu masih full impor," ujar Erick Thohir, Kamis (29/7/2021).
Baca Juga: 90% Masih Impor, Erick Thohir Minta BUMN Genjot Produksi Obat Terapi Covid-19
Meski ketersediaan obat-obatan yang digunakan untuk terapi pasien Covid-19 cukup terpenuhi, di sisi produksi masih terkendala. Meski begitu, Erick enggan membeberkan kendala yang dimaksudkan.
"Ini tentu menjadi kendala, tapi kembali, kuncinya gotong royong lah. Pada hari ini rakyat susah dan kita harus turun," katanya.
Pemerintah memastikan ketersediaan pasokan obat-obatan hingga September 2021 mendatang. Obat-obatan terapi tersebut disediakan di apotek yang dikelola BUMN Farmasi.
"Jadi memang, ada juga obat-obatan yang tentu belum bisa kita buat hari ini. Yang tentu mereknya ada Actemra, gamaras. Itu kita belum bisa, itu masih full impor," ujar Erick Thohir, Kamis (29/7/2021).
Baca Juga: 90% Masih Impor, Erick Thohir Minta BUMN Genjot Produksi Obat Terapi Covid-19
Meski ketersediaan obat-obatan yang digunakan untuk terapi pasien Covid-19 cukup terpenuhi, di sisi produksi masih terkendala. Meski begitu, Erick enggan membeberkan kendala yang dimaksudkan.
"Ini tentu menjadi kendala, tapi kembali, kuncinya gotong royong lah. Pada hari ini rakyat susah dan kita harus turun," katanya.
Pemerintah memastikan ketersediaan pasokan obat-obatan hingga September 2021 mendatang. Obat-obatan terapi tersebut disediakan di apotek yang dikelola BUMN Farmasi.
Lihat Juga :