Kementan Kawal Petani dan Penyuluh Kuasai Teknologi Pertanian
Rabu, 11 Agustus 2021 - 15:05 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo menegaskan hal serupa bahwa alam Indonesia sangat melimpah dan harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh kita semua.
Diinformasikan, pelatihan petani dan penyuluh gelombang ketujuh dibuka pukul 08.00 WIB, diawali seruan Kepala Badan Pengembangan dan Penyuluhan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi tentang kesuburan tanah dan manfaat pemupukan berimbang.
(Baca juga:Kementan Siap Gelar Pelatihan Bagi Petani dan Penyuluh untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian)
“Pemupukan dengan jumlah yang tepat akan mendukung efisiensi biaya tanam. Pemanfaatan pupuk organik sebagai alternatif pupuk kimia akan memberikan dampak yang baik bagi lingkungan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Dedi Nursyamsi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/8/2021).
Dia menambahkan, kunci untuk meningkatkan daya saing adalah kompetisi produk Indonesia dan produk lain dengan produktivitas dan inovasi teknologi. Saat ini, yang paling berpengaruh untuk meningkatkan produktivitas adalah varietas unggul dan pupuk berimbang.
BBPP Batu yang mengisi kegiatan Gelombang ke-7 pada Selasa (10/8/2021) membidik Provinsi Bali, mencakup sembilan kabupaten/kota yang tersebar pada 56 Balai Penyuluhan Pertanian selaku pelaksana Komando Strategis Pembangunan Pertanian (BPP KostraTani). Hadir secara daring sekitar 556 penyuluh dan 24.932 petani, 648 insan pertanian lainnya atau total 26.145 peserta, melampaui target yang diperkirakan.
Diinformasikan, pelatihan petani dan penyuluh gelombang ketujuh dibuka pukul 08.00 WIB, diawali seruan Kepala Badan Pengembangan dan Penyuluhan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi tentang kesuburan tanah dan manfaat pemupukan berimbang.
(Baca juga:Kementan Siap Gelar Pelatihan Bagi Petani dan Penyuluh untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian)
“Pemupukan dengan jumlah yang tepat akan mendukung efisiensi biaya tanam. Pemanfaatan pupuk organik sebagai alternatif pupuk kimia akan memberikan dampak yang baik bagi lingkungan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Dedi Nursyamsi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/8/2021).
Dia menambahkan, kunci untuk meningkatkan daya saing adalah kompetisi produk Indonesia dan produk lain dengan produktivitas dan inovasi teknologi. Saat ini, yang paling berpengaruh untuk meningkatkan produktivitas adalah varietas unggul dan pupuk berimbang.
BBPP Batu yang mengisi kegiatan Gelombang ke-7 pada Selasa (10/8/2021) membidik Provinsi Bali, mencakup sembilan kabupaten/kota yang tersebar pada 56 Balai Penyuluhan Pertanian selaku pelaksana Komando Strategis Pembangunan Pertanian (BPP KostraTani). Hadir secara daring sekitar 556 penyuluh dan 24.932 petani, 648 insan pertanian lainnya atau total 26.145 peserta, melampaui target yang diperkirakan.
Lihat Juga :